• Sabtu, 18 April 2026

Suhu Makkah Capai 46 Derajat, PPIH Imbau Jemaah Haji Tak Paksakan Ibadah Sunnah

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 17 Juni 2025 | 11:25 WIB
PPIH mengimbau jemaah haji agar tak memaksakan ibadah sunnah mengingat suhu ekstrem di Makkah.  (kemenag.go.id)
PPIH mengimbau jemaah haji agar tak memaksakan ibadah sunnah mengingat suhu ekstrem di Makkah. (kemenag.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Memasuki fase pemulangan gelombang pertama jemaah haji Indonesia, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kembali mengeluarkan imbauan penting demi menjaga kondisi fisik para jemaah, khususnya di tengah suhu ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah di Kota Makkah.

Cuaca panas yang menyentuh angka 46 derajat Celcius serta kepadatan di kawasan Masjidil Haram membuat risiko kesehatan meningkat, terutama bagi jemaah lanjut usia dan kelompok rentan.

"Cuaca siang hari di Makkah mencapai 46 derajat Celcius. Kami mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunnah," kata Wakil Pengendali Teknis Bidang Media Center Haji, Akhmad Fauzin dalam konferensi pers di Makkah, Sabtu 14 Juni 2025.

Baca Juga: Menag Nasaruddin Minta Tak Sebar Isu Pemangkasan Kuota Haji, Tegaskan Operasional 2025 Berjalan Baik

Fauzin juga mengingatkan bahwa aktivitas fisik berlebih di tengah suhu ekstrem bisa berdampak buruk terhadap kesehatan jemaah. 

Fauzin juga mengimbau agar jemaah lebih bijak dalam mengatur waktu ibadah jelang kepulangan ke Indonesia.

"Sebaiknya pilih waktu (ibadah) seperti pagi hari setelah Subuh atau malam hari," tambahnya.

Lebih jauh, PPIH juga menyoroti soal pelaporan administratif bagi jemaah yang menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). 

Baca Juga: Menag Bantah Isu Pengurangan Kuota Haji Indonesia 2026, Tegaskan Tak Pernah Ada Pembahasan Resmi

Jamaah diminta segera melapor ketika tiba di bandara Jeddah atau Madinah demi kelancaran proses keimigrasian.

"Proses pelaporan ini penting agar petugas bisa membantu pengesahan SPLP," jelas Fauzin.

Pada hari Sabtu (14/6/2025), sebanyak 19 kloter dijadwalkan kembali ke Indonesia melalui dua bandara utama: King Abdul Aziz (Jeddah) dan Amir Muhammad bin Abdul Aziz (Madinah). Jemaah berasal dari berbagai embarkasi besar seperti Jakarta, Surabaya, Solo, Makassar, dan Medan.

Baca Juga: BPKH Limited Beri Kompensasi Jemaah Haji Indonesia Imbas Keterlambatan Katering Pasca Armuzna di Makkah

Mengingat panjangnya perjalanan dan proses kepulangan, PPIH kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X