WartaJatim.CO.ID - Memasuki fase pemulangan gelombang pertama jemaah haji Indonesia, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kembali mengeluarkan imbauan penting demi menjaga kondisi fisik para jemaah, khususnya di tengah suhu ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah di Kota Makkah.
Cuaca panas yang menyentuh angka 46 derajat Celcius serta kepadatan di kawasan Masjidil Haram membuat risiko kesehatan meningkat, terutama bagi jemaah lanjut usia dan kelompok rentan.
"Cuaca siang hari di Makkah mencapai 46 derajat Celcius. Kami mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunnah," kata Wakil Pengendali Teknis Bidang Media Center Haji, Akhmad Fauzin dalam konferensi pers di Makkah, Sabtu 14 Juni 2025.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Minta Tak Sebar Isu Pemangkasan Kuota Haji, Tegaskan Operasional 2025 Berjalan Baik
Fauzin juga mengingatkan bahwa aktivitas fisik berlebih di tengah suhu ekstrem bisa berdampak buruk terhadap kesehatan jemaah.
Fauzin juga mengimbau agar jemaah lebih bijak dalam mengatur waktu ibadah jelang kepulangan ke Indonesia.
"Sebaiknya pilih waktu (ibadah) seperti pagi hari setelah Subuh atau malam hari," tambahnya.
Lebih jauh, PPIH juga menyoroti soal pelaporan administratif bagi jemaah yang menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).
Baca Juga: Menag Bantah Isu Pengurangan Kuota Haji Indonesia 2026, Tegaskan Tak Pernah Ada Pembahasan Resmi
Jamaah diminta segera melapor ketika tiba di bandara Jeddah atau Madinah demi kelancaran proses keimigrasian.
"Proses pelaporan ini penting agar petugas bisa membantu pengesahan SPLP," jelas Fauzin.
Pada hari Sabtu (14/6/2025), sebanyak 19 kloter dijadwalkan kembali ke Indonesia melalui dua bandara utama: King Abdul Aziz (Jeddah) dan Amir Muhammad bin Abdul Aziz (Madinah). Jemaah berasal dari berbagai embarkasi besar seperti Jakarta, Surabaya, Solo, Makassar, dan Medan.
Mengingat panjangnya perjalanan dan proses kepulangan, PPIH kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran.
Artikel Terkait
Menteri Agama Janjikan Kompensasi bagi Jemaah Haji yang Tak Dapat Katering
BP Haji Klarifikasi Isu Pemangkasan 50 Persen Kuota Haji 2026, Soroti Peran Kemenag
DPR Tolak Wacana Pemangkasan 50 Persen Kuota Haji Indonesia Tahun 2026
Ivan Gunawan Ungkap Persiapan Kilat Berangkat Haji, Keinginan Baru Muncul saat Liburan di Dubai: Gue Ngerasa Allah Semakin Sayang