• Sabtu, 18 April 2026

Jokowi Alami Alergi Kulit Usai Kunjungan ke Vatikan, Bukan Penyakit Berat

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Rabu, 25 Juni 2025 | 11:49 WIB
Potret Jokowi saat ditemui media terlihat sakit. (Dok. Istimewa)
Potret Jokowi saat ditemui media terlihat sakit. (Dok. Istimewa)

WartaJatim.CO.ID - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tengah menjadi sorotan publik terkait kondisi kesehatannya.

Setelah melakukan kunjungan luar negeri ke Vatikan pada akhir April 2025, Jokowi dilaporkan mengalami gangguan kesehatan berupa alergi kulit.

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh ajudan pribadi presiden, Kompol Syarif Fitriansyah.

Dalam keterangan resminya, Syarif menjelaskan bahwa Presiden Jokowi mengalami peradangan kulit di bagian wajah dan leher.

Perubahan warna kulit serta kemerahan yang terlihat sempat menimbulkan spekulasi liar di media sosial, termasuk tuduhan bahwa Jokowi mengidap penyakit serius seperti Stevens-Johnson Syndrome (SJS). Namun, dugaan tersebut secara tegas dibantah.

Baca Juga: 'Mikir yang Rasional Saja' Jokowi Tanggapi Cuitan Viral Kader PSI yang Sebut Dirinya Penuhi Syarat Jadi Nabi

“Presiden mengalami alergi kulit biasa, bukan penyakit berat seperti yang ramai diberitakan. Tidak ada keluhan sistemik lainnya, dan beliau tetap menjalankan tugas-tugas kenegaraan dengan kondisi fisik yang bugar,” jelas Syarif.

Menurut dokter spesialis kulit, gejala yang dialami Jokowi sangat identik dengan dermatitis kontak atau alergi akibat paparan zat tertentu seperti sabun, debu, atau perubahan suhu.

Peradangan tersebut memicu reaksi imun tubuh yang menyebabkan kulit menjadi merah, gatal, bahkan sedikit membengkak.

“Ini bukan sesuatu yang serius. Dalam kebanyakan kasus, dermatitis akan sembuh dengan perawatan ringan dan menghindari faktor pencetusnya,” ujar seorang dermatolog yang tak disebutkan namanya.

Baca Juga: Tom Lembong Sebut Jokowi Pernah Perintahkan Penuhi Stok Gula Nasional, Dinilai Layak Jadi Saksi Sidang Korupsi Impor

Presiden Jokowi sendiri tetap terlihat menghadiri beberapa agenda terbatas meski dalam kondisi pemulihan.

Ia dilaporkan tetap menjalani pemeriksaan rutin oleh tim medis kepresidenan dan tidak membutuhkan perawatan rumah sakit atau prosedur khusus.

Sementara itu, pihak Istana terus mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X