• Sabtu, 18 April 2026

446 Jemaah Haji Indonesia Wafat di 2025, Kemenkes Ungkap Penurunan Dibanding Tahun Lalu Meski Banyak Kendala

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 22 Juli 2025 | 11:10 WIB
Potret Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah pada 3 Juni 2025.   (Kemenag.go.id)
Potret Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah pada 3 Juni 2025. (Kemenag.go.id)

wartajatim.CO.ID – Operasional layanan kesehatan haji Indonesia di Arab Saudi resmi berakhir pada 10 Juli 2025, seiring dengan kepulangan kloter terakhir jemaah haji ke Tanah Air. Meski menghadapi berbagai tantangan, jumlah jemaah wafat pada tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes) Kementerian Kesehatan, tercatat 446 jemaah wafat selama musim haji 2025, lebih rendah dari jumlah tahun lalu yang mencapai 461 orang.

“Tahun ini, data Siskohatkes per tanggal 10 Juli 2025, cut-off pukul 16.00 WAS terdapat 446 jemaah haji yang wafat,” ujar dr. Mohammad Imran, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, Minggu (13/7/2025).

Baca Juga: 74 Ribu Jemaah Haji Telah Tiba, Kemenhub Perketat Keamanan Pasca Insiden Ancaman Bom

Dalam penyelenggaraan haji tahun ini, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah melayani 241 jemaah baik rawat inap maupun rawat jalan. Penyakit terbanyak yang ditangani adalah pneumonia, hipertensi, dan diabetes melitus.

Kendati demikian, tim medis sempat mengalami kendala teknis selama operasional, salah satunya adalah pembatasan izin dan jumlah klinik sektor oleh otoritas Arab Saudi.

“Beradaptasi dengan kebijakan Kementerian Kesehatan Arab Saudi dengan informasi yang kurang jelas dari awal, di sini kita terkendala dalam bertugas,” ungkap dr. Imran.

“Izin operasional KKHI terbatas pada rawat jalan dan jumlah klinik sektor juga dibatasi jumlahnya,” imbuhnya.

Baca Juga: PPIH Arab Saudi Ungkap Identitas dan Kronologi Hilangnya 3 Jemaah Haji RI di Tanah Suci dan Terus Upayakan Pencarian

Selama 70 hari masa operasional haji, 1.710 jemaah sempat dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Penyakit terbanyak yang ditemukan serupa: pneumonia, diabetes melitus, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Sementara dari sisi kefarmasian, tercatat 12.396 layanan diberikan, dengan tablet flu batuk kombinasi menjadi obat yang paling banyak digunakan oleh jemaah.

Meski operasional klinik kini telah resmi dihentikan, pencapaian menurunnya angka kematian jemaah dipandang sebagai indikator keberhasilan pelayanan kesehatan yang semakin responsif dan adaptif terhadap tantangan di lapangan.

(DP)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X