Meski mencatat kemajuan signifikan, Jokowi mengingatkan bahwa pencapaian tersebut harus diimbangi dengan penguatan manajemen internal partai.
Ia menganalogikan partai sebagai sebuah mesin yang harus siap dijalankan, dan anggotanya sebagai bahan bakar utama.
“Kalau mesinnya siap, itu masih ada PR lagi. Bensinnya dari mana? Bensinnya dari anggota,” jelasnya.
Menurut Jokowi, kunci utama agar sebuah partai bisa bersaing di panggung nasional adalah kedekatannya dengan rakyat. Tanpa memahami kebutuhan rakyat secara langsung, partai akan kesulitan mengambil arah politik yang relevan.
Baca Juga: Kondisi Kesehatan Jokowi Disorot Publik, Alergi Kulit Sebabkan Perubahan Wajah
“Kalau kita tidak turun ke bawah, kita tidak ngerti keinginan rakyat, kita tidak ngerti kebutuhan rakyat, kita tidak ngerti kemauan rakyat mau ke mana,” pungkasnya.
Pernyataan Jokowi tersebut menjadi penegasan bahwa kerja politik bukan sekadar soal elektabilitas, tetapi menyangkut kedekatan nyata dengan rakyat.
Sikapnya ini juga memberi pesan kuat bagi PSI dan partai-partai lain agar tetap mengakar pada kebutuhan masyarakat, bukan sekadar agenda politik elite.
(DP)
Artikel Terkait
Jokowi Akhirnya Buka Suara Soal Tambang Nikel di Raja Ampat: Kalau Merusak, Bisa Dicabut!
Heboh! Jokowi Siap Pimpin PSI, Tapi Ini Syarat Ketat yang Harus Ia Penuhi!
Sebut yang Menuduh Harus Membuktikan, Kuasa Hukum Jokowi Tolak Tunjukkan Ijazah ke Publik
Tom Lembong Sebut Jokowi Pernah Perintahkan Penuhi Stok Gula Nasional, Dinilai Layak Jadi Saksi Sidang Korupsi Impor
Impor Gula Era Jokowi: Tom Lembong Klaim Semua Pihak Untung, Satu Importir Swasta Jadi Korban?
'Agenda Besar Politik' Jokowi Bicara di Balik Isu Ijazah Palsu dan Pemakzulan Gibran