wartajatim.co.id - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali mencuri sorotan dunia usai pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, pada Jumat, 26 September 2025 waktu setempat.
Dalam pidato yang berlangsung sekitar 40 menit, Netanyahu bukan hanya membela operasi militer Israel di Gaza, tetapi juga menyinggung pidato Presiden RI, Prabowo Subianto, yang disampaikan tiga hari sebelumnya di panggung yang sama.
Ketegangan terasa sejak Netanyahu memasuki aula. Ratusan delegasi memilih meninggalkan ruangan sebelum ia mulai berbicara. Di luar gedung PBB, ribuan massa pro-Palestina menggelar aksi dengan teriakan “Free Palestine” dan menyerukan agar Netanyahu diadili atas kekejaman Israel membombardir Gaza.
Dalam pidatonya, Netanyahu berusaha menegaskan bahwa Israel tidak akan tunduk pada tekanan internasional. Ia bahkan menyindir sejumlah negara yang menurutnya hanya berpura-pura peduli pada Palestina.
Baca Juga: Inggris, Australia, Kanada, Portugal Akui Palestina: Dunia Guncang, Israel Murka
“Banyak dari mereka yang berperang melawan Israel hari ini akan pergi besok,” sindir Netanyahu.
Namun, pernyataannya yang paling mencuri perhatian adalah ketika ia secara langsung menyinggung pidato Prabowo.
“Saya mencatat, seperti yang saya yakin Anda juga, kata-kata penyemangat yang diucapkan di sini oleh Presiden Indonesia. Ini adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, dan ini pertanda besar akan apa yang terjadi nanti,” ucap Netanyahu seperti dikutip Times of Israel, Sabtu, 27 September 2025.
Baca Juga: Netanyahu Keracunan Makanan, Dunia Pantau Kondisinya di Tengah Desakan Hentikan Agresi ke Palestina
Pernyataan tersebut menimbulkan tafsir beragam. Sebagian menilai Netanyahu mencoba membuka ruang diplomasi dengan Indonesia, sementara lainnya melihatnya sebagai bentuk konfrontasi halus terhadap dukungan Prabowo kepada Palestina.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Selasa, 23 September 2025, menegaskan posisi Indonesia mendukung solusi dua negara.
“Untuk mewujudkan Palestina yang merdeka dan berdaulat, kita juga harus mengakui, menghormati, dan menjamin keamanan Israel,” tegas Prabowo, sambil menghentak podium PBB.
Prabowo menekankan bahwa jalan dua negara merupakan satu-satunya cara mencapai perdamaian sejati.
Artikel Terkait
Menlu Sugiono Dorong Solidaritas dan Peran Aktif OKI dalam Isu Palestina di Konferensi Jeddah
Prabowo Terima Utusan Palestina: Komitmen Indonesia untuk Kebebasan Palestina Ditegaskan!
Prabowo Apresiasi Peran Baznas! Zakat Rp41 Triliun Bisa Kurangi Ketimpangan & Bantu Palestina
Pidato Prabowo di Turki Jadi Sorotan: Bela Palestina, Tuding Negara Demokrasi Tutup Mata soal Gaza
Sempat Tolak Wacana Relokasi, Menlu Sugiono Diutus Prabowo ke Palestina Bertemu Perwakilan Palestina Terkait Evakuasi Warga Gaza ke RI
PDIP Ingatkan Prabowo Tak Gegabah Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel Sebelum Palestina Merdeka Secara Penuh