“Aset bangsa Indonesia yang berada di BUMN bernilai lebih dari 1.000 triliun USD. Seharusnya BUMN menyumbang minimal 50 miliar USD agar APBN tidak defisit,” kata Prabowo kala itu.
“Karena itu, saya memberi tugas kepada Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia untuk membereskan BUMN-BUMN kita,” tegasnya.
Penunjukan Dony Oskaria sekaligus membuka babak baru dalam pengelolaan BUMN di bawah pemerintahan Prabowo. Publik kini menantikan arah kebijakan selanjutnya, apakah Kementerian BUMN akan tetap berdiri sendiri atau benar-benar dilebur ke dalam Danantara.
(DP)
Artikel Terkait
Mandat Prabowo di Pidato Kenegaraan: Danantara Ditugaskan Bereskan BUMN dan Pangkas Komisaris
Danantara Indonesia dan IFG Gelar Corporate Communication Gathering, Dorong Literasi Keuangan dan Tata Kelola Publik
Erick Thohir Tutup Pintu Naturalisasi Baru, Timnas Indonesia Kini Bertumpu pada Pemain Lokal dan Diaspora Eropa
Prabowo Lakukan Reshuffle Kabinet Ketiga: Erick Thohir & Djamari Chaniago Resmi Dilantik Pimpin Kursi Strategis!
Prabowo Tunjuk Erick Thohir Menpora, Inilah Kiprah Panjangnya di Olahraga dan Pemerintahan Indonesia
Hasan Nasbi Tinggalkan PCO, Kini Resmi Menjabat Komisaris Pertamina Berdasarkan SK Menteri BUMN