• Sabtu, 18 April 2026

Bukan Hanya Pemerataan, Ini Alasan Pemerintah Bangun Sekolah Garuda Lebih Banyak di Luar Pulau Jawa

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 10:12 WIB
Foto Ilustrasi - Sekolah Garuda adalah bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.  ( (Unsplash/Fajar Herlambang STUDIO))
Foto Ilustrasi - Sekolah Garuda adalah bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. ( (Unsplash/Fajar Herlambang STUDIO))

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah resmi memperkenalkan 16 lokasi Sekolah Garuda yang tersebar di berbagai daerah Indonesia pada Rabu, 8 Oktober 2025. Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemerataan pendidikan unggul di seluruh wilayah Tanah Air.

Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar.

Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Garuda merupakan wujud nyata dari komitmen pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan di luar Pulau Jawa.

Baca Juga: Anggota DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas Nilai Sekolah Garuda Bisa Adopsi Model Sekolah Unggulan Jawa Timur

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Fauzan menjelaskan, Sekolah Garuda dirancang untuk anak-anak di wilayah 3T yang memiliki kompetensi akademik unggul.

“Kalau Sekolah Garuda itu semangatnya memberikan akses pada anak-anak di daerah 3T yang memiliki kompetensi unggul,” ujar Fauzan di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Karena menargetkan siswa berprestasi, proses seleksi masuk Sekolah Garuda dilakukan secara ketat bagi lulusan SMP atau sederajat. Tujuannya agar sekolah ini benar-benar menjadi pusat pembinaan talenta unggul dari seluruh pelosok negeri.

Baca Juga: Air Mata Haru Orang Tua Warnai Peresmian Sekolah Rakyat Banyuwangi Program Pendidikan Gratis Presiden Prabowo

Sekolah Garuda juga dilengkapi dengan fasilitas modern dan kurikulum berbasis data, serta mengusung pendekatan pembelajaran inklusif yang menggabungkan kegiatan akademik, pelatihan kepemimpinan, dan pengabdian masyarakat.

Berbeda dengan Sekolah Garuda, Sekolah Rakyat (SR) hadir untuk menjawab kebutuhan anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan bermutu. “Sekolah Rakyat semangatnya adalah memberikan pendidikan kepada anak-anak yang kurang mampu secara umum,” jelas Fauzan.

Jika Sekolah Garuda menitikberatkan pada pengembangan potensi unggul di daerah 3T, maka Sekolah Rakyat lebih fokus pada pemerataan akses. Dengan begitu, kedua program ini saling melengkapi: Sekolah Rakyat membuka jalan bagi pemerataan kesempatan pendidikan, sementara Sekolah Garuda mencetak bibit unggul dari berbagai penjuru negeri.

Baca Juga: Bupati Bangkalan Lukman Hakim Resmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi dengan Fasilitas Lengkap untuk Pendidikan Inklusif dan Pengentasan Kemiskinan

Dalam peluncurannya, pemerintah memperkenalkan 16 Sekolah Garuda yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 12 di antaranya merupakan sekolah transformasi, seperti SMAN 10 Fajar Harapan di Aceh, SMA Unggul Del di Sumatera Utara, SMA Taruna Nusantara di Jawa Tengah, dan SMA Averos Sorong di Papua Barat Daya.

Sementara empat sekolah baru tengah dibangun di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X