Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menuturkan, pembangunan satu Sekolah Garuda baru memerlukan dana sekitar Rp200 miliar. “Empat sekolah baru ini ditargetkan sudah beroperasi pada tahun ajaran 2026,” katanya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Kabupaten Pasuruan Siap Mendidik 75 Siswa Baru dari SD hingga SLTA
Meskipun memiliki fokus yang berbeda, baik Sekolah Garuda maupun Sekolah Rakyat berangkat dari satu visi besar: memastikan semua anak Indonesia mendapat kesempatan pendidikan yang layak.
Sekolah Rakyat memperkuat pondasi akses, sementara Sekolah Garuda menyiapkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional dan global. Keduanya menjadi simbol bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya tentang membangun sekolah, tetapi juga membangun masa depan bangsa.
Dengan kehadiran Sekolah Garuda di berbagai wilayah luar Pulau Jawa, pemerintah ingin menegaskan bahwa masa depan Indonesia juga lahir dari potensi anak-anak berbakat di pelosok negeri.
(SW)
Artikel Terkait
Seskab Teddy Tinjau Sekolah Rakyat di Jakarta Timur, Targetkan Putus Mata Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan!
Wapres Gibran Kunjungi Sekolah Rakyat di Malam Hari, Bagikan Donat dan Fasilitasi Video Call ke Orang Tua
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 1C Dimulai, 49 Didanai APBN, Target Rampung Akhir Agustus 2025
143 Guru Sekolah Rakyat Mundur, Gus Ipul Pastikan Proses Belajar Tetap Aman dan Lancar
Sri Mulyani Ungkap Anggaran Rp7 Triliun untuk Sekolah Rakyat, Prabowo Targetkan Putus Rantai Kemiskinan
Kemensos Salurkan Ribuan Laptop dan Seragam untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Pastikan Transparan