• Sabtu, 18 April 2026

Dampak Banjir Bali 2025, IFG Dorong Warga Miliki Asuransi Jiwa dan Properti untuk Perlindungan Finansial

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:20 WIB
Peristiwa banjir besar yang melanda Bali pada September 2025 lalu.  (Dok. BNPB Provinsi Bali)
Peristiwa banjir besar yang melanda Bali pada September 2025 lalu. (Dok. BNPB Provinsi Bali)

wartajatim.co.id - Banjir besar yang melanda Bali pada September 2025 lalu menyisakan duka dan kerugian mendalam. Tak hanya kendaraan yang terendam dan rumah warga rusak, aktivitas ekonomi masyarakat pun lumpuh. Beberapa korban bahkan harus kehilangan nyawa.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana alam bisa datang tanpa tanda, dan perlindungan finansial bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Sebagai holding BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, Indonesia Financial Group (IFG) bersama anak perusahaannya — Jasindo, Askrindo, IFG Life, dan Jasa Raharja Putera (JRP) — menawarkan berbagai solusi perlindungan untuk membantu masyarakat menghadapi risiko bencana.

Baca Juga: Banjir Bali Telan 14 Korban Jiwa, Puan Maharani Sebut Ujian Kapasitas Negara Lindungi Rakyat

Salah satu produk yang relevan adalah Asuransi Kendaraan Bermotor Jasindo dengan Perluasan Jaminan Banjir, yang menanggung kerusakan mobil atau motor akibat terendam air.

Jasindo juga menyediakan Asuransi Properti dengan jaminan banjir, melindungi rumah maupun tempat usaha dari kerugian fisik dan material.

Tak hanya berhenti di situ, anak usaha IFG lainnya, IFG Life, juga menyediakan asuransi jiwa yang memberikan santunan kepada keluarga korban bencana.

Perlindungan jiwa ini menjadi lapisan penting agar keluarga yang ditinggalkan tetap mendapat dukungan finansial dan bisa melanjutkan hidup dengan lebih tenang.

Baca Juga: Janji Wapres Gibran di Posko Pengungsi Banjir Bali: Sekolah Dibuka Lagi, Rumah Warga Dibantu Pemerintah

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan bahwa meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir membuat peran asuransi semakin vital dalam kehidupan masyarakat modern.

“Banjir Bali menjadi pengingat bahwa risiko bencana tidak dapat dihindari, tetapi kerugian dapat dikelola. Asuransi adalah financial shock absorber yang membantu masyarakat menjaga keberlangsungan hidup dan usaha,” ujar Denny.

Selain itu, IFG melalui Jamkrindo dan Askrindo juga memperkuat ketahanan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lewat skema penjaminan usaha. Langkah ini memastikan roda ekonomi tetap berputar meski di tengah bencana.

Baca Juga: Tunjangan DPRD Bali Sentuh Rp54 Juta per Bulan, Wagub Giri Prasta Janji Evaluasi Agar Sesuai Fiskal Daerah

Melalui inisiatif tersebut, IFG mengajak masyarakat Indonesia untuk menanamkan kesadaran bahwa asuransi bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi atas rasa aman dan keberlanjutan hidup di masa depan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X