nasional

Sudah Dimaafkan, Keluarga Priguna Tetap Siap Tanggung Jawab Atas Kasus Pemerkosaan Keluarga Pasien RSHS

Senin, 14 April 2025 | 13:49 WIB
Dokter Residen Pelaku Pemerkosaan Terhadap Anak Pasien RSHS. (x.com/colekcimol)

WartaJatim.CO.ID - Keluarga Priguna Anugerah Pratama (31), dokter PPDS yang terlibat dalam dugaan pemerkosaan terhadap FH (21), keluarga pasien kritis di RSUP Hasan Sadikin (RSHS), akhirnya bertemu langsung dengan pihak korban untuk menyampaikan permintaan maaf.

Pertemuan ini terjadi beberapa hari usai kejadian dan jadi langkah awal penyelesaian secara kekeluargaan.

Penasihat hukum Priguna, Ferdy Rizky Adilya, menyampaikan bahwa kliennya menyesal atas tindakan tersebut dan siap menghadapi proses hukum sepenuhnya.

Baca Juga: Sempat Coba Bunuh Diri, Dokter PPDS Unpad Pemerkosa Anak Pasien RSHS Kini Ditahan Polisi

“Sebelum kasus ini ramai diberitakan, keluarga klien kami sudah lebih dulu meminta maaf secara langsung kepada korban dan keluarganya,” ujar Ferdy, Kamis (10/4/2025).

Menurutnya, laporan polisi juga sudah dicabut pada 23 Maret 2025. Meski begitu, ia menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan.

“Klien kami tetap bertanggung jawab dan siap menghadapi konsekuensi hukum, termasuk risiko terburuk dalam kehidupan pribadinya,” tambah Ferdy.

Baca Juga: Keluarga Korban Sudah Memaafkan Pelaku Pemerkosaan Dokter PPDS, Namun Tetap Ingin Proses Hukum Berjalan

Namun dari pihak keluarga korban, mereka menegaskan bahwa permintaan maaf tidak menghapus tuntutan keadilan.

A, kakak ipar korban, menyampaikan bahwa pihak keluarga memang memaafkan pelaku sebagai sesama manusia, tapi proses hukum tetap harus ditegakkan.

“Kami maafkan, tapi bukan berarti kasusnya berhenti. Adik saya masih trauma dan sedang kami dampingi terus secara psikologis,” ujar A lewat sambungan telepon.

Baca Juga: Komentar Dirut RSHS Bandung Soal Peserta PPDS Unpad Diduga Perkosa Keluarga Pasien: Otak Kriminal, Bukan Belajar

A juga menyebut bahwa pertemuan dengan keluarga pelaku terjadi karena inisiatif dari pihak mereka, bukan sebaliknya.

“Justru kami yang berusaha cari kontak mereka dulu,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini