Di bagian puncak logo RSUD Welas Asih, terdapat tulisan Asmaul Husna, yakni nama-nama Allah yang agung. Bagi Dedi, elemen tersebut menunjukkan bahwa seluruh pelayanan di rumah sakit itu bersandar pada nilai-nilai ilahiah, terutama sifat Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Klarifikasi dari Dedi Mulyadi ini diharapkan mampu meredakan polemik serta memperjelas maksud dari perubahan identitas visual RSUD tersebut. Penjelasan mendalam ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memahami bahwa simbol dalam logo bukanlah ornamen tanpa makna, melainkan hasil perenungan terhadap nilai-nilai spiritual, budaya lokal, dan kemanusiaan.
Meski sebelumnya menuai kritik, langkah transparan Gubernur Dedi dalam menjelaskan filosofi di balik desain tersebut diapresiasi sejumlah pihak. Penegasan ini juga memperlihatkan komitmen pemerintah provinsi dalam membangun narasi pelayanan publik yang lebih manusiawi, inklusif, dan bernilai luhur.
Dengan demikian, RSUD Welas Asih diharapkan tak hanya menjadi institusi kesehatan, tetapi juga representasi dari semangat pelayanan yang berpijak pada cinta, kearifan lokal, dan spiritualitas.
(CN)