Di bagian puncak logo RSUD Welas Asih, terdapat tulisan Asmaul Husna, yakni nama-nama Allah yang agung. Bagi Dedi, elemen tersebut menunjukkan bahwa seluruh pelayanan di rumah sakit itu bersandar pada nilai-nilai ilahiah, terutama sifat Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Klarifikasi dari Dedi Mulyadi ini diharapkan mampu meredakan polemik serta memperjelas maksud dari perubahan identitas visual RSUD tersebut. Penjelasan mendalam ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memahami bahwa simbol dalam logo bukanlah ornamen tanpa makna, melainkan hasil perenungan terhadap nilai-nilai spiritual, budaya lokal, dan kemanusiaan.
Meski sebelumnya menuai kritik, langkah transparan Gubernur Dedi dalam menjelaskan filosofi di balik desain tersebut diapresiasi sejumlah pihak. Penegasan ini juga memperlihatkan komitmen pemerintah provinsi dalam membangun narasi pelayanan publik yang lebih manusiawi, inklusif, dan bernilai luhur.
Dengan demikian, RSUD Welas Asih diharapkan tak hanya menjadi institusi kesehatan, tetapi juga representasi dari semangat pelayanan yang berpijak pada cinta, kearifan lokal, dan spiritualitas.
(CN)
Artikel Terkait
Siswa Jabar Mulai Belajar Pukul 06.30 WIB, Dedi Mulyadi Tanda Tangani SE Jam Masuk Sekolah
Dedi Mulyadi Larang Buku Kenangan Sekolah, Usulkan Format Digital yang Lebih Murah dan Efisien
Bocah 15 Tahun Gowes dari Brebes ke Subang untuk Temui Dedi Mulyadi, Sekolah Terhenti karena Yatim Piatu
Momen Hangat Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda di Lembur Pakuan, Warganet Heboh “Cerita Kita Sulit Dicerna”
Momen Dedi Mulyadi Curhat ke Gubernur Malut Sherly Tjoanda, Ceritakan Konflik semasa Jadi Bupati Purwakarta
Dedi Mulyadi Tanggapi Pekerja yang Protes soal Izin Tambang Gunung Kuda Dicabut: Orang Lain Nangis Kehilangan Nyawa