nasional

41 Persen Perusahaan Diprediksi Lakukan PHK Massal Hingga 2030 Imbas AI, Laporan WEF 2025 Ungkap Dampaknya

Rabu, 27 Agustus 2025 | 14:04 WIB
Ilustrasi teknologi artificial intelligence (AI) yang kian marak diotomatisasi dalam dunia kerja global. (Freepik.com)

wartajatim.CO.ID – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin nyata menimbulkan dampak besar pada dunia kerja global.

Laporan terbaru World Economic Forum (WEF) bertajuk Future of Jobs Report 2025 memperkirakan, sebanyak 41 persen perusahaan akan melakukan PHK massal hingga tahun 2030 karena banyak pekerjaan yang digantikan oleh teknologi.
Survei ini melibatkan ratusan perusahaan lintas sektor industri.

Mayoritas responden mengakui tengah menyiapkan strategi khusus menghadapi disrupsi teknologi yang kini berkembang pesat. Meski demikian, laporan juga mencatat sisi positifnya.

Baca Juga: Penonton Duga Plot Cerita dari AI hingga Tak Gugah Emosi, Film Animasi Indo Merah Putih One for All Hanya Sabet Rating 1,0 di IMDb

Sebanyak 77 persen perusahaan menyatakan akan fokus pada pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling) karyawan dalam lima tahun ke depan. Managing Director WEF, Saadia Zahidi, menegaskan bahwa langkah ini penting agar pekerja mampu beradaptasi.

“Perkembangan AI dan energi terbarukan tengah membentuk ulang pasar tenaga kerja, mendorong meningkatnya permintaan untuk banyak peran teknologi atau spesialis, sekaligus menurunkan kebutuhan untuk pekerjaan lain, seperti desainer grafis,” jelas Zahidi dalam laporannya, Kamis (21/8/2025).

Menurutnya, AI generatif kini menjadi faktor kunci yang mengubah hampir semua sektor industri. Teknologi ini mampu menciptakan teks, gambar, hingga konten orisinal, yang membuat banyak pekerjaan berbasis pengetahuan berpotensi tergantikan.

Baca Juga: Wali Kota Malang Tegaskan Pentingnya Kebebasan Pers dan Tantangan AI pada Peringatan World Press Freedom Day 2025 di Kota Batu

Profesi yang Terancam Menyusut
Beberapa jenis pekerjaan yang diproyeksikan menyusut tajam adalah petugas layanan pos, sekretaris eksekutif, staf penggajian, hingga desainer grafis.

Menariknya, untuk pertama kalinya, desainer grafis dan sekretaris hukum masuk ke dalam daftar sepuluh pekerjaan dengan penurunan tercepat. Fenomena ini dianggap sebagai bukti nyata dari kapabilitas AI generatif yang semakin canggih.

Peluang Pekerjaan Baru
Di sisi lain, tren ini juga membuka kesempatan baru. Hampir 70 persen perusahaan global mengaku akan merekrut pekerja dengan keahlian khusus dalam pengembangan dan penerapan AI.

Baca Juga: Anthropic Hancurkan Jutaan Buku untuk Latih AI Claude, Ini Kata Hakim soal Pelanggaran Hak Cipta

Sementara itu, 62 persen perusahaan menyatakan siap menambah tenaga kerja dengan kemampuan berkolaborasi dengan AI.
Kendati ancaman PHK massal menghantui, WEF menilai dunia kerja justru sedang memasuki fase transformasi besar.

Dengan strategi pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan yang tepat, pekerja masih memiliki peluang besar untuk bertahan, bahkan berkembang di era digital berbasis AI ini.

Halaman:

Tags

Terkini