nasional

Tantowi Yahya Bela Menkeu Purbaya yang Diminta Mundur: Waktu Akan Buktikan Pilihan Presiden

Rabu, 24 September 2025 | 14:48 WIB
Tantowi Yahya ikut beropini mengenai Menkeu Purbaya yang langsung diminta mundur usai dilantik. (Instagram/tantowiyahya)

wartajatim.CO.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Purbaya Yudhi Sadewa, langsung menuai sorotan publik setelah dilantik. Belum genap 24 jam menjabat, ia sudah diminta mundur oleh sejumlah pihak, termasuk mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang menggelar aksi damai di depan gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa, 9 September 2025.

Meski gelombang kritik kian menguat, presenter sekaligus mantan anggota DPR RI, Tantowi Yahya, memilih untuk bersuara berbeda. Melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis, 11 September 2025, Tantowi meminta agar publik memberi kesempatan kepada Purbaya untuk menunjukkan kinerjanya.

“Bukan karena kinerjanya tapi karena ucapan dan gaya bicaranya, Purbaya sebagai Menkeu baru habis dirujak publik,” tulis Tantowi dalam unggahannya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Rp425 Triliun Mengendap di BI, Sebut Penyebab Warga RI Sulit Cari Kerja

Purbaya sebelumnya memang dikenal dengan gaya bicara lugas yang kerap dianggap blak-blakan. Bahkan, saat rapat kerja perdananya bersama Komisi XI DPR RI pada 10 September 2025, ia kembali menunjukkan karakter yang sama.

“Purbaya kembali bicara apa adanya, tanpa basa-basi dan rasa takut karena tahu betul apa yang harus dia lakukan sebagai menteri keuangan, jabatan teramat sakral di negeri ini,” imbuh Tantowi.

Presenter acara populer Who Wants to be A Millionaire itu juga menyoroti ekspresi para pejabat yang mendampingi Purbaya. Menurutnya, ada yang tampak tak nyaman dengan gaya komunikasi menteri baru tersebut.

Baca Juga: Luhut Yakini Menkeu Purbaya Mampu Realisasikan Target Ekonomi Nasional

“Para wamen (wakil menteri) dan pejabat eselon 1 yang mendampinginya terlihat tidak nyaman, bahkan barangkali ada yang dongkol dengan pilihan Presiden ini hehe,” tulisnya.

Namun, bagi Tantowi, gaya bicara yang dianggap “koboi” itu justru bisa menjadi bentuk komunikasi baru di pemerintahan. Ia menyebut Purbaya lebih menekankan bahasa pasar, bukan sekadar angka statistik.

“Dia (Purbaya) bicara bahasa pasar, tempat dia dibesarkan. Sepertinya memang pasar lah yang harus dijadikan prioritas sekarang ini, angka-angka ekonomi dan statistik bisa jadi menggembirakan tapi kondisi pasar bicara sebaliknya,” jelasnya.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Jejak Karier Purbaya Yudhi Sadewa, Sosok Pengganti Sri Mulyani Jadi Menteri Keuangan Era Prabowo

Lebih jauh, Tantowi menaruh keyakinan bahwa Purbaya berpotensi memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia. Ia meminta publik menunggu hasil kerjanya ketimbang terburu-buru menghakimi.

“Memperhatikan ucapan dan tekadnya selama dua hari ini bisa jadi (Insya Allah) dia yang akan menyelamatkan ekonomi kita yang terus terpuruk. Kita kaya tapi miskin,” ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini