• Sabtu, 18 April 2026

DPR Cecar Menkeu Purbaya soal Target Ekonomi 7 Persen, Ingatkan Dampak PHK

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Senin, 22 September 2025 | 11:32 WIB
Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa mendapatkan kritik tajam saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR terkait target Ekonomi RI. (YouTube.com / DPR RI)   (YouTube.com / DPR RI)
Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa mendapatkan kritik tajam saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR terkait target Ekonomi RI. (YouTube.com / DPR RI) (YouTube.com / DPR RI)

wartajatim.co.id - Rapat kerja perdana Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, bersama Komisi XI DPR RI berlangsung penuh sorotan. Sejumlah anggota legislatif memberikan kritik tajam terhadap ambisi pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi 6–7 persen, yang dinilai terlalu jauh dari realita di lapangan.

Anggota Komisi XI DPR Fraksi PDIP, Harris Turino, menjadi salah satu yang menegaskan pandangannya. Menurutnya, target ekonomi yang diusung Purbaya justru berlawanan dengan asumsi pertumbuhan dalam APBN 2026 yang hanya dipatok sebesar 5,4 persen.

“Pak Menteri bilang mau 6 sampai 7 persen. Sementara APBN kita sudah disusun dengan asumsi 5,4 persen. Ini tentu tidak sederhana. Butuh penjelasan konkret bagaimana caranya,” ujar Harris dalam rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Baca Juga: Dasco Minta Maaf di Depan Mahasiswa, DPR Akui Keliru Jalankan Tugas dan Siap Hentikan Tunjangan Perumahan

Harris menambahkan, bicara pertumbuhan ekonomi tinggi tidak bisa dilepaskan dari kondisi nyata masyarakat. Ia mengingatkan masih banyak warga yang menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK), angka pengangguran yang belum sepenuhnya tertangani, dan daya beli yang masih lemah.

“PHK masih terjadi, angka pengangguran walaupun turun masih terasa di masyarakat. Angka kemiskinan juga walaupun menurun, tetapi dampaknya masih kuat. Daya beli masyarakat jelas susah,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti tantangan fiskal yang tidak bisa diabaikan. Defisit APBN 2,48 persen harus dikelola dengan disiplin, sementara beban utang jatuh tempo pada tahun ini dianggap cukup besar.

Baca Juga: Outfit Batik Biru-Cokelat Jadi Ciri Khas Menkeu Purbaya, dari Kritik Rocky Gerung hingga Rapat Perdana di DPR

“Tekanan internasional juga belum terlalu positif. Jadi jangan sampai kita hanya bermain di angka optimistis tanpa memperhitungkan beban yang ada,” tambah Harris.

Meski kritik mengemuka, Harris tetap mengapresiasi optimisme Purbaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia berharap langkah-langkah kebijakan yang diambil mampu membawa Indonesia mendekati target 8 persen yang selama ini digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

“Harapannya tentu angka 8 persen yang berkali-kali disampaikan Presiden Prabowo bisa tercapai. Kita semua ingin ke sana, tapi jelas ada banyak parameter yang harus berubah agar itu realistis,” ungkap Harris.

Baca Juga: Menteri ATR Didesak DPR Naikkan Pajak 60 Keluarga Kaya Penguasa Tanah Bersertifikat di RI

Rapat kerja ini pun sempat mencair ketika Harris menyelipkan candaan. Ia menyinggung popularitas Purbaya yang langsung melonjak hanya dalam dua hari setelah resmi dilantik sebagai Menkeu.

“Selamat Pak, dua hari jadi menteri sekaligus dua hari jadi orang paling viral di seluruh Indonesia,” katanya, disambut tawa para peserta rapat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X