nasional

Prabowo Ungkap Keberhasilan MBG di Sidang Paripurna: 1,4 Miliar Porsi dan 36,7 Juta Penerima

Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:38 WIB
Presiden Prabowo melaporkan perkembangan MBG dalam Sidang Kabinet Paripurna Setahun Prabowo-Gibran. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

WartaJatim.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah telah berjalan sukses sepanjang satu tahun pelaksanaan. Hal itu ia sampaikan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Dalam pidato pengantarnya, Prabowo menyebut capaian program MBG menunjukkan hasil positif dengan 12.508 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dari total target 32.000.

“Artinya sampai hari ini sudah ada 1,4 miliar porsi MBG yang dimasak dan dibagikan sejak tanggal 6 Januari 2025,” ungkap Prabowo.

Program yang menyasar anak sekolah, ibu hamil, menyusui, hingga balita itu, menurutnya, telah memberi manfaat kepada 36,7 juta penerima di seluruh Indonesia.

Baca Juga: BGN Jelaskan Kandungan Susu MBG 30 Persen, Tegaskan Gizi Tetap Optimal dan Dorong Peternak Lokal

Dibandingkan dengan Brasil, Indonesia Capai 36 Juta Penerima dalam Setahun

Prabowo mengaku bangga atas capaian cepat tersebut dan bahkan membandingkannya dengan keberhasilan Brasil yang membutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk menjangkau jumlah penerima yang sama.

“Presiden Brasil memberi tahu saya, mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta, kita Alhamdulillah dalam satu tahun mencapai 36 juta,” kata Prabowo.

Namun, ia mengingatkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana agar tidak memaksakan target terlalu tinggi.

“Saya bilang jangan paksakan, ojo ngoyo, yang penting baik pelaksanaannya,” ujarnya dengan tegas.

Baca Juga: Ratusan Siswa SMAN 1 Yogyakarta Alami Diare Massal, BGN Turun Periksa Keamanan Pangan Program MBG

Akui Ada Kasus Keracunan, tapi Masih di Batas Wajar

Prabowo juga tidak menutup mata terhadap sejumlah insiden keracunan makanan yang sempat mencuat di berbagai daerah.

Ia mengaku terus memantau laporan dari BGN dan menyebut jumlah kasus masih berada pada tingkat kesalahan yang sangat kecil dibandingkan total porsi yang telah disalurkan.

Halaman:

Tags

Terkini