WartaJatim.CO.ID - Ratusan siswa di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengalami dugaan keracunan massal setelah menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa, 28 Oktober 2025. Peristiwa ini menimpa dua sekolah di Kecamatan Saptosari, yakni SMKN 1 Saptosari dan SMPN 1 Saptosari.
Menurut laporan resmi Pemerintah Provinsi DIY melalui akun Instagram @humasjogja, total ada 695 siswa dan guru yang terdampak. Dari 1.154 siswa SMKN 1 Saptosari, sebanyak 476 siswa dan 10 guru dilaporkan mengalami gejala keracunan. Sementara dari SMPN 1 Saptosari, 186 murid mengalami gejala serupa.
Gejala yang muncul antara lain sakit perut, mual, hingga muntah. Sebagian siswa bahkan harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas dan rumah sakit sekitar.
Baca Juga: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Tegaskan Kualitas Makanan MBG Harus Higienis dan Aman
Menindaklanjuti insiden ini, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, langsung meninjau sekolah dan dapur penyedia MBG di Saptosari. Dalam kunjungannya, ia memastikan seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Bupati Endah juga memeriksa kondisi dapur MBG, termasuk tempat penyimpanan bahan makanan dan peralatan masak. Ia meminta pengelola program lebih memperhatikan aspek kebersihan serta keamanan pangan.
“Karena taruhannya adalah nyawa para siswa,” tegas Endah saat memantau langsung proses evaluasi dapur MBG.
Ia menilai bahwa kapasitas produksi makanan dalam jumlah besar membutuhkan manajemen waktu dan sanitasi yang ketat. Proses memasak yang dilakukan sejak dini tanpa kontrol suhu yang baik berpotensi besar menyebabkan kontaminasi bakteri.
“Semakin banyak jumlah porsi yang harus dibuat, jam masak juga semakin dini. Ini berpotensi besar membuat makanan mudah terkena bakteri,” ujarnya.
Endah juga mengingatkan seluruh pihak agar berhati-hati dalam memilih bahan makanan. Ia menegaskan agar tidak memaksakan penggunaan bahan yang sudah diragukan kualitasnya.
“Pakai hati dan perasaan. Kiranya ada bahan makanan yang basi atau meragukan, supaya tidak dikirim, karena taruhannya nyawa anak kita,” pesan Endah menutup kunjungan.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Keberhasilan MBG di Sidang Paripurna: 1,4 Miliar Porsi dan 36,7 Juta Penerima
Kasus dugaan keracunan ini kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan pihak terkait. Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis akan terus dievaluasi agar lebih aman dan higienis ke depannya.