WartaJatim.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan, kali ini terkait menu makanan yang dinilai terlalu banyak mengandalkan produk ultra processed food (UPF) seperti burger, spaghetti, sosis, hingga nugget.
Polemik ini mencuat dalam rapat dengar pendapat antara Komisi IX DPR RI dengan Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu (1/10/2025).
Wakil Ketua Komisi IX, Charles Honoris, menyoroti adanya perbedaan pernyataan dari pejabat BGN mengenai kebijakan UPF. Ia mengingatkan bahwa menu MBG seharusnya terbebas dari makanan hasil olahan industri yang tinggi gula, garam, dan lemak.
“Minggu lalu saya mendengar Bu Nanik menyatakan akan melarang UPF. Tapi tiba-tiba keluar surat dari Deputi BGN yang membolehkan penggunaan UPF asal produksi lokal. Maksud saya, BGN paham nggak sih UPF itu apa? Ini bukan melarang, tapi justru membolehkan,” kata Charles di Senayan.
Menurut Charles, yang dibutuhkan masyarakat adalah komitmen jelas dari BGN untuk menghapus UPF dari menu MBG. Ia bahkan mendorong agar BGN berkonsultasi dengan BPOM dan Kementerian Kesehatan terkait standar gizi.
Sebelumnya, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa dirinya tidak akan mentolerir penggunaan produk pabrikan. Ia menekankan dapur MBG seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.
“Dapur MBG adalah untuk membangkitkan ekonomi lokal, bukan memperkaya pemilik pabrik roti,” ujar Nanik pada konferensi pers di Jakarta, 26 September lalu.
Nanik menjelaskan, roti dan produk pangan lain bisa dibuat oleh ibu-ibu murid atau pelaku UMKM lokal, sehingga hasilnya langsung dinikmati anak-anak mereka.
Hanya untuk susu, BGN memberikan kelonggaran menggunakan produk kemasan karena keterbatasan peternakan sapi di beberapa wilayah.
Kebijakan ini, kata Nanik, sejalan dengan visi pemerintah yang ingin menyehatkan anak bangsa sekaligus menghidupkan ratusan ribu UMKM pangan lokal.
Baca Juga: BGN Bantah Isu 5.000 Dapur MBG Fiktif, Ungkap Sebenarnya Hanya Usulan yang “Rollback”
“Begitu larangan ini dilaksanakan, UMKM pangan akan hidup. Ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberi gizi, tapi juga menggerakkan ekonomi rakyat,” ucapnya.
Artikel Terkait
Menkes Budi Gunadi Sadikin Ungkap Strategi Baru Atasi Keracunan MBG: SPPG Wajib SLHS, Puskesmas Ikut Awasi
Said Abdullah Usul Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG usai 5.620 Siswa Keracunan
Tragedi Keracunan Massal MBG di KBB: Fakta Bakteri Pembusuk hingga Usulan Dapur Sekolah
Evaluasi MBG: DPR Tekankan Perbaikan Sanitasi, Usul Kantin Sekolah Jadi Dapur Aman Bergizi
Wartawan Diduga Dianiaya Saat Liput MBG Pasar Rebo, Program Pemerintah Kembali Tuai Kontroversi
Dapur MBG Panakkukang Makassar Tutup, Ratusan Siswa Kehilangan Makan Gratis dan 50 Pekerja Dirumahkan