• Sabtu, 18 April 2026

Sydney Morning Herald: Timnas Indonesia Dikenal Sebagai 'Raksasa Tertidur' yang Kini Bangkit dengan Naturalisasi!

Photo Author
Baharudin Gia, Wartajatim.co.id
- Rabu, 19 Maret 2025 | 21:00 WIB
Potret Pemain Timnas Indonesia Marselino Ferdinan (kiri) dan Gelandang Timnas Australia, Jackson Irvine (kanan). (Instagram.com / @jacksonirvine_ - @marselinoferdinan10)
Potret Pemain Timnas Indonesia Marselino Ferdinan (kiri) dan Gelandang Timnas Australia, Jackson Irvine (kanan). (Instagram.com / @jacksonirvine_ - @marselinoferdinan10)

WartaJatim.CO.ID - Duel panas antara Australia dan Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia akan tersaji di Stadion Allianz, Sydney, pada 20 Maret 2025.

Pertandingan ini merupakan bagian dari matchday ketujuh Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Timnas Indonesia mendapatkan tambahan kekuatan dengan kehadiran empat pemain baru: Ole Romeny, Emil Audero, Joey Pelupessy, dan Dean James.

Baca Juga: Timnas Australia Hadapi Timnas Indonesia yang Berkembang, Irvine Optimis Kemenangan di Stadion Allianz

Keempat pemain ini baru saja dinaturalisasi dan akan bermain di bawah bendera Indonesia.

Kekuatan skuad Timnas Indonesia yang kian bertambah ini tidak terlepas dari program naturalisasi yang dipimpin oleh Ketua PSSI, Erick Thohir.

Program ini telah berlangsung dan dipercepat secara dramatis sejak 2023.

Baca Juga: Kluivert dan Joey Pelupessy Reuni di Timnas Indonesia

Hal ini menuai sorotan khusus dari Media Australia, terutama Sydney Morning Herald.

Media tersebut menyebut Erick Thohir sebagai sosok yang berambisi untuk membawa Garuda mendunia.

"Raksasa tertidur di Asia yang sebenarnya ada di sebelah utara kita (Indonesia), tim yang menjadi pesaing Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026," begitu pernyataan Sydney Morning Herald dalam artikel yang tayang pada Rabu, 19 Maret 2025.

Baca Juga: Manajer Timnas Indonesia Ungkap Kedatangan Tiga Pemain Diaspora

Sydney Morning Herald juga menyoroti bahwa Indonesia memiliki gairah sepak bola yang tinggi, namun sebelumnya tidak pernah sebanding dengan kecakapan mereka.

"Indonesia, penduduknya tergila-gila pada permainan (sepak bola) ini. Masalahnya, gairah mereka tidak pernah sebanding dengan kecakapan mereka," tutur Sydney Morning Herald.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X