• Sabtu, 18 April 2026

Pemkab Bojonegoro Luncurkan Drone Sprayer dan Pupuk Organik Biosaka untuk Pertanian Ramah Lingkungan dan Milenial

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 27 Mei 2025 | 13:37 WIB
Pemkab Bojonegoro Dorong Pertanian Organik dan Teknologi Modern dengan Drone Sprayer di Desa Sarirejo (Foto: bojonegorokab.go.id)
Pemkab Bojonegoro Dorong Pertanian Organik dan Teknologi Modern dengan Drone Sprayer di Desa Sarirejo (Foto: bojonegorokab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya mengembangkan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Salah satu inovasi terbaru adalah pemasifan gerakan SAKA (Selamatkan Alam Kembali ke Alam) yang diluncurkan di Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, pada Senin, 26 Mei 2025.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bojonegoro, Pada kesempatan tersebut, Pemkab Bojonegoro memperkenalkan teknologi drone sprayer untuk penyemprotan pupuk yang diisi dengan Elisitor Biosaka.

Baca Juga: Polda Sulsel Ungkap Praktik Aborsi Ilegal Libatkan ASN Puskesmas, Mahasiswi, dan Pacarnya di Makassar

Peluncuran ini merupakan bagian dari langkah nyata Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dalam mendukung pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, didampingi Pj Sekda Andik Sudjarwo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta sejumlah stakeholder menyaksikan langsung pengoperasian drone sprayer tersebut.

Teknologi ini dikembangkan oleh warga Desa Sarirejo dan telah diaplikasikan dengan menggunakan pupuk organik Biosaka.

Baca Juga: Pengangkatan 114 CPNS Bangkalan oleh Bupati Lukman Hakim, Dorong Profesionalisme dan Digitalisasi Pelayanan Publik

Selain drone sprayer, Pemkab juga memperkenalkan alat pertanian modern lain seperti mini tractor dan combine harvester pada hari yang sama.

Bupati Setyo Wahono menekankan pentingnya inovasi teknologi pertanian di tengah menurunnya jumlah tenaga kerja di sektor ini.

“Saya senang jika ada generasi muda yang mau meneruskan pertanian, mari kita membangun petani milenial yang melek teknologi dan melek pasar teknologi juga peluang pertanian dengan teknologi,“ ucapnya.

Baca Juga: Alasan Luna dan Maxime Tetap Aktif Bekerja Setelah Menikah, Mengaku Tak Ingin Mengurangi Aktivitas Meski Sudah Berumah Tangga

Menurut Bupati, di beberapa daerah pencarian tenaga kerja untuk menanam padi membutuhkan waktu hingga 2 sampai 3 minggu karena jumlah pekerja semakin berkurang.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada penggunaan pupuk organik Biosaka yang dianggap sangat efektif untuk menjaga kesuburan tanah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: bojonegorokab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X