• Sabtu, 18 April 2026

Pemkot Surabaya Libatkan 27 Ribu Kader Surabaya Hebat dan Satgas TBC untuk Wujudkan Eliminasi TBC Tahun 2030

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:05 WIB
Pemkot Surabaya Gelar Penyuluhan “Merdeka TBC” di 1.361 RW Demi Target Zero TBC (Foto: surabaya.go.id)
Pemkot Surabaya Gelar Penyuluhan “Merdeka TBC” di 1.361 RW Demi Target Zero TBC (Foto: surabaya.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tuberkulosis (TBC) melalui gerakan kolaboratif berbasis komunitas.

Salah satunya diwujudkan lewat penyuluhan bertajuk “Merdeka TBC” yang digelar secara serentak di 1.361 RW se-Kota Surabaya pada Kamis (28/8/2025) dengan target eliminasi TBC pada tahun 2030.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Kegiatan utama berlangsung di Balai RW 3 Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan. Ribuan kader kesehatan, relawan, serta perwakilan masyarakat ikut serta dalam penyuluhan yang menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan bagi warga terkait bahaya serta penanganan TBC.

Baca Juga: Setting Spray vs Setting Powder: Rahasia Makeup Tahan Lama Seharian, Pilih yang Cocok untuk Kulitmu!

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam memberantas TBC. Ia menilai dukungan masyarakat sangat menentukan, khususnya peran Kader Surabaya Hebat (KSH) serta jajaran RT dan RW dalam memberikan informasi dan mendampingi warga. “Surabaya ini dibangun oleh cinta warganya, bukan oleh walikotanya,” ujar Wali Kota Eri.

Sebagai strategi, Pemkot Surabaya menurunkan 27.000 Kader Surabaya Hebat untuk menyebar ke setiap RT.

Para kader bertugas melakukan sosialisasi dan pendampingan dengan skema satu kader mendampingi 20 rumah. Selain itu, disiapkan pula Satgas TBC yang akan turun langsung jika ditemukan kasus positif, termasuk memastikan pasien menjalani pengobatan sesuai aturan.

Baca Juga: Jangan Sepelekan! Ini Seluk Beluk Filter Udara Motor Matic dan Perannya untuk Kendaraan

“Selain ada kader juga ada Satgas TBC. Jadi masifnya dari KSH kalau ternyata pemeriksaannya positif TBC satgas yang akan turun. Bahkan, ada pula satgas yang bertugas melakukan pendampingan minum obat untuk memastikan obat tersebut benar-benar dikonsumsi, tidak dibuang,” jelas Wali Kota Eri.

Ia juga menekankan agar masyarakat berani terbuka terkait kondisi kesehatannya dan tidak menolak pengobatan. Menurutnya, TBC dapat disembuhkan asalkan pasien disiplin mengonsumsi obat selama enam bulan penuh.

“Jangan menghakimi, tapi ingatkan dan kuatkan. Jika ada yang batuk, sarankan untuk pakai masker dan periksa ke Puskesmas,” pesannya.

Baca Juga: 6 Mobil Murah 2025 Terbaik untuk Anak Muda dan Keluarga, Harga Mulai Rp100 Jutaan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa kegiatan penyuluhan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari unsur pemerintah, kalangan swasta, akademisi dari 13 perguruan tinggi, hingga dukungan media.

“Kami melakukan skrining masif, pengobatan gratis, dan pendampingan minum obat untuk pasien,” terang Nanik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Surabaya.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X