• Sabtu, 18 April 2026

Pemkot Surabaya Dokumentasikan Kiprah Cak Kartolo untuk Pelestarian Budaya Ludruk dan Literasi Generasi Muda

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Kamis, 15 Januari 2026 | 09:00 WIB
Alih Media Arsip Cak Kartolo Jadi Upaya Surabaya Lindungi Warisan Seni Tradisi (Foto: surabaya.go.id)
Alih Media Arsip Cak Kartolo Jadi Upaya Surabaya Lindungi Warisan Seni Tradisi (Foto: surabaya.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam menjaga warisan budaya lokal.

Salah satu wujud nyata langkah ini dilakukan melalui kunjungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya ke kediaman seniman ludruk legendaris, Cak Kartolo, Selasa (13/1/2026).

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemkot untuk merawat ingatan kolektif sekaligus menumbuhkan literasi kebudayaan di tengah masyarakat, terutama generasi muda.

Baca Juga: Perkenalan John Herdman Ditunda PSSI, Pengamat Sebut Timnas Indonesia Bakal Punya Gaya Main Lebih Fleksibel

Kepala Dispusip Surabaya, Yusuf Masruh, hadir langsung dalam pertemuan hangat bersama Cak Kartolo dan sang istri, Ning Tini, yang juga dikenal sebagai pelaku seni ludruk.

Dalam perbincangan tersebut, mereka membahas perjalanan panjang Cak Kartolo di dunia ludruk serta peluang menjadikan kisah hidup dan karya-karyanya sebagai bahan literasi dan edukasi kebudayaan.

Yusuf menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi langkah awal dalam proses pendokumentasian dan pengarsipan tokoh-tokoh budaya Surabaya.

Baca Juga: Sempat Viral Guru Seberangi Sungai Pakai Sling, Kini Jembatan Bailey Desa Bah Aceh Tengah Sudah Dibangun

“Banyak kisah dan jejak perjuangan para seniman yang belum tercatat secara sistematis, padahal memiliki nilai sejarah dan edukasi yang sangat penting,” ujarnya.

Dalam kunjungan ini juga dilakukan kegiatan alih media arsip pribadi Cak Kartolo, meliputi dokumen, foto, naskah, hingga rekaman pertunjukan sejak 1958 hingga 2025.

Alih media arsip ini menjadi persiapan untuk mengusulkan dan mendaftarkan kiprah Cak Kartolo ke Memori Kolektif Bangsa (MKB).

Baca Juga: Tak Hanya Makanan, King Abdi Soroti Warga Aceh Tamiang Butuh Obat-obatan usai Banjir Bandang

Langkah ini diharapkan membuat kiprah sang seniman tidak hanya diingat secara lokal, tetapi juga diakui sebagai bagian dari sejarah kebudayaan nasional.

“Dalam upaya memperkuat literasi dan pelestarian budaya, kami melakukan kunjungan ke rumah Cak Kartolo sebagai bagian dari pengumpulan arsip dan dokumentasi budaya. Informasi dan dokumentasi ini akan kami usulkan sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa 2026 dan selanjutnya diarsipkan melalui Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI),” jelas Yusuf.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Surabaya.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X