surabaya

Pemkot dan DPRD Surabaya Resmi Sahkan P-APBD 2025, Program Pro Rakyat Tetap Jadi Prioritas Utama Meski Dana Transfer Turun

Senin, 1 September 2025 | 11:53 WIB
Pemkot dan DPRD Surabaya Sepakati P-APBD 2025, Program Pro Rakyat Tetap Jadi Prioritas (Foto: surabaya.go.id)

"Karena itulah saya sampaikan ketika kita itu meminjamkan kepada Koperasi Merah Putih, kasih bunga cuma 2%, maksimal 3%. Agar apa? Koperasi Merah Putih ini juga terus bergerak,” ujarnya.

Menurut Eri, koperasi menjadi salah satu motor dalam menggerakkan ekonomi rakyat karena selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, juga memberikan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggota setiap bulan.

Baca Juga: Rekomendasi 11 Aksesoris Interior Mobil Terbaik untuk Tingkatkan Kenyamanan Berkendara

Sementara itu, Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Surabaya, Johari Mustawan, mengungkapkan bahwa pembahasan P-APBD 2025 telah dilakukan secara maraton sejak 11 hingga 29 Agustus 2025 melalui serangkaian rapat, mulai dari Badan Musyawarah, rapat fraksi, hingga rapat komisi.

"Total Penerimaan atau kekuatan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp12,347 triliun," kata Johari saat menyampaikan laporan akhir Banggar.

Ia menjelaskan, target PAD ditetapkan sebesar Rp11,661 triliun yang bersumber dari pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah, serta pendapatan sah lainnya.

Baca Juga: BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 5,1 Persen di 2025, Ekspor dan Investasi Jadi Andalan

Sementara pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan antar daerah mencapai Rp3,340 triliun.

Pada sisi belanja, Pemkot dan DPRD menetapkan alokasi sebesar Rp12,310 triliun. Rinciannya terdiri dari belanja operasi sebesar Rp9,768 triliun, belanja modal Rp2,537 triliun, serta belanja tidak terduga Rp5,400 miliar.

Adapun pada pos pembiayaan, terdapat penerimaan sebesar Rp686,441 miliar yang berasal dari SILPA dan pinjaman daerah.

Baca Juga: Inilah Strategi Investasi Warren Buffett: Cara Sederhana 90/10 untuk Tumbuh Stabil di Pasar Saham

Sementara untuk pengeluaran pembiayaan, dialokasikan sebesar Rp36,588 miliar, terdiri dari penyertaan modal BUMD senilai Rp10 miliar dan cicilan pokok utang Rp26,588 miliar.

Johari berharap, realisasi belanja P-APBD 2025 benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kualitas pembangunan akan mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Kota Surabaya. (gha)

Halaman:

Tags

Terkini