surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Bertakziah ke Rumah Duka Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Kamis, 2 Oktober 2025 | 06:30 WIB
Duka Surabaya: Wali Kota Eri Cahyadi Doakan Santri Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny (Foto: surabaya.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, didampingi Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, mengunjungi rumah duka korban jiwa reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo.

Kunjungan yang berlangsung Rabu (1/10/2025) di Jalan Kalianyar Kulon Gang 9 No 5 Surabaya itu berlangsung dengan suasana haru dan penuh empati.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Eri memeluk erat ayah almarhum untuk memberikan dukungan moral dan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga: BRI Dukung Industri Halal Lewat Halal Indo 2025, Catat Transaksi Rp7,7 Miliar dan Investasi Rp7,2 Triliun

Eri Cahyadi menjelaskan bahwa seluruh anak dalam keluarga tersebut menempuh pendidikan di Ponpes Al Khoziny.

“Ini adalah satu keluarga yang semua anaknya mondok di sana. Kami mendapat cerita bahwa kakaknya sempat menolong adiknya ketika reruntuhan menimpa,” ungkap Wali Kota Eri.

Ia menambahkan bahwa kakak dari korban sempat dirawat di RSUD dr. Soewandhie Surabaya sebelum diperbolehkan pulang.

Baca Juga: BGN Bantah Isu 5.000 Dapur MBG Fiktif, Ungkap Sebenarnya Hanya Usulan yang “Rollback”

“Kakaknya dirawat di Rumah Sakit Soewandhi, tapi hari ini sudah pulang,” imbuhnya.

Selain menyampaikan belasungkawa, Wali Kota Surabaya juga meminta seluruh warga ikut mendoakan para korban, terutama satu santri asal Surabaya yang masih belum ditemukan.

“Saya meminta tolong kepada semua warga Surabaya untuk saling mendoakan karena masih ada satu korban yang hari ini belum ditemukan,” harapnya.

Baca Juga: Heboh! Hera Lubis Laporkan Ferry Irwandi ke Polda Sumut atas Dugaan Fitnah “Dalang Demo” Agustus 2025

Ia menekankan bahwa santri yang meninggal saat menuntut ilmu agama akan mendapatkan balasan surga dari Allah SWT dan kelak menjadi penuntun bagi orang tua mereka.

“Meskipun duka dan syok melanda, kita harus yakin bahwa santri yang meninggal saat menuntut ilmu agama akan mendapat balasan surga dari Gusti Allah, dan kelak ia akan menjadi penuntun bagi kedua orang tuanya,” ujar dia.

Halaman:

Tags

Terkini