WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), terus berkomitmen untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi pertanian di daerah tersebut.
Langkah-langkah yang diambil mencakup berbagai strategi yang dimulai dari masa tanam hingga masa panen.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bojonegoro, Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk menjaga stabilitas harga, ketersediaan air, dan pupuk, demi mendukung kesejahteraan petani serta ketahanan pangan di Kabupaten Bojonegoro.
Baca Juga: Waspada! 5 Barang yang Menguras Dompet Kelas Menengah di Masa Sulit Ini
"Kami telah bekerjasama dengan Bulog untuk serap gabah petani dan MoU dengan PT. Wilmar untuk kemitraan dengan petani mulai dari pendampingan budidaya sampai dengan pembelian hasil panen. Kemitraan dengan offtaker ini untuk menjaga stabilitas harga," jelas Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro Imam Nur Hamid, Sabtu (8/3/2025).
Berdasarkan data yang dirilis oleh DKPP, pada tahun 2024, petani di Bojonegoro berhasil memproduksi sebanyak 883.114 ton gabah kering giling (GKG).
Baca Juga: PHK Massal di Indonesia: Dampaknya pada Masyarakat dan Sektor Industri
Dengan target yang lebih tinggi, pemerintah menargetkan produksi mencapai 884.628 ton GKG pada tahun 2025.
Untuk mencapai target tersebut, DKPP telah melaksanakan berbagai strategi yang inovatif. Salah satu langkah penting adalah menjalin kerjasama dengan Bulog untuk menyerap gabah dari petani.
Selain itu, pemerintah juga melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan PT. Wilmar untuk membangun kemitraan yang mencakup pendampingan budidaya hingga pembelian hasil panen.
Baca Juga: KPK Bongkar Dugaan Pemangkasan MBG, Desak Pemerintah Perketat Pengawasan!
Kemitraan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga di pasar. Imam Nur Hamid juga menjelaskan bahwa DKPP telah menerapkan beberapa strategi untuk meningkatkan produksi dan kualitas padi di Bojonegoro.
Strategi tersebut meliputi demplot varietas unggul baru, penyelenggaraan sekolah lapang bagi petani, serta penyediaan pupuk subsidi dan bantuan benih berlabel. Pentingnya penggunaan benih berlabel juga ditekankan kepada para petani.
Selain itu, pemerintah daerah aktif mendorong budidaya secara organik untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk subsidi dan mengembalikan kesuburan tanah.
Baca Juga: Heboh! KPK Periksa Anggaran MBG, BGN Siap Kembalikan Dana Jika Terbukti Ada Kelebihan
Artikel Terkait
Optimalkan Akses Pupuk Bersubsidi, Pemkab Bojonegoro Dukung Kesejahteraan Petani
Meningkatkan Kualitas SDM: Program Beasiswa Makmur dan Membanggakan untuk Keluarga Prasejahtera di Bojonegoro
Kolaborasi Pemkab Bojonegoro dan BPS: Webinar Literasi Statistik untuk Perencanaan Kebijakan
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Ajak ASN Sinergi Wujudkan Harapan Masyarakat
Bojonegoro Luncurkan Program Angkutan Pelajar Gratis, Wujudkan Pendidikan Tanpa Hambatan