• Sabtu, 18 April 2026

Film Animasi Jumbo: Ryan Adriandhy Tuangkan Kisah Pilu Masa Kecil Dibully ke Layar Lebar

Photo Author
Bridgeta Elisa Putri, Wartajatim.co.id
- Selasa, 22 April 2025 | 13:32 WIB
Mengintip cerita sutradara film animasi Jumbo, Ryan Adriandhy yang mengaku pernah dibully semasa kecil. Begini kisahnya.
Mengintip cerita sutradara film animasi Jumbo, Ryan Adriandhy yang mengaku pernah dibully semasa kecil. Begini kisahnya.

WartaJatim.CO.ID - Sutradara film animasi "Jumbo", Ryan Adriandhy, mengungkapkan pengalaman perundungan yang ia alami semasa kecil—sebuah kisah yang menginspirasi karyanya yang kini telah disaksikan oleh sekitar 6 juta penonton per 22 April 2025.

Dalam sebuah pesan viral di media sosial bertajuk "Pesan untuk Ryan di masa kecil", Ryan menuliskan perjalanan hidupnya: "Di setiap dekade semua semakin membaik. 1995 jatuh cinta sama animasi, 2005 dibully di sekolah, 2015 sekolah animasi, 2025 bikin film animasi layar lebar tentang Bullying. Semuanya akan baik-baik saja, teruslah maju!"

Ryan mengungkapkan bahwa ia menjadi sasaran perundungan ketika masih duduk di bangku sekolah dasar hingga SMP karena memiliki bulu-bulu halus yang tumbuh lebih awal di tubuhnya.

"Jadi dulu aku di keluarga adalah anak pertama yang tumbuh kumis duluan," cerita Ryan dalam program televisi FYP Trans 7, Selasa (22/04/2025).

Baca Juga: Ryan Adriandhy Ngaku Pernah Hampir Menyerah saat Bikin Film Animasi ‘Jumbo’, Kini Laris se-Asia Tenggara

Ia sering dijuluki "Pak RT" oleh teman-temannya karena memiliki kumis tipis di usia yang masih sangat muda.

"Tapi meskipun itu bercanda, itu efeknya membekas buat aku. Karena dulu masih kecil, bahkan suka dipanggil seperti monyet," ujarnya.

Pengalaman pahit ini ternyata menjadi inspirasi bagi Ryan untuk menciptakan film animasi "Jumbo"—sebuah karya yang tidak hanya menghibur tetapi juga membawa pesan kuat tentang dampak perundungan terhadap anak-anak.

Keberhasilan film ini menjadi bukti bahwa Ryan berhasil mengubah pengalaman negatifnya menjadi sesuatu yang positif dan membangun, sekaligus membuktikan bahwa masa lalu yang kelam dapat menjadi batu loncatan menuju masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: Jumbo Tembus 5 Juta Penonton! Ini 6 Film Visinema yang Melejit di Bioskop

Film "Jumbo" sendiri telah menjadi fenomena dalam industri perfilman Indonesia, khususnya dalam kategori animasi.

Dengan sentuhan personal dari pengalaman Ryan, film ini berhasil menghadirkan narasi yang autentik tentang perundungan dan dampak psikologisnya terhadap korban.

Para kritikus film menyebut bahwa keberhasilan "Jumbo" tidak hanya terletak pada kualitas animasinya yang mumpuni, tetapi juga pada keberanian Ryan untuk mengangkat isu sensitif yang masih menjadi masalah sosial di kalangan anak-anak dan remaja.

Kesuksesan Ryan Adriandhy membuktikan bahwa perjalanan hidup seseorang tidak ditentukan oleh masa lalunya yang kelam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: YouTube Trans TV Official, Instagram @visinemaid

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X