Penyesuaian Regulasi
Terakhir, tanggapan positif diutarakan oleh Martyn Terpilowski yang optimis bahwa AI hanya akan menggantikan manusia di sektor-sektor pekerjaan yang manusia tidak ingin lakukan.
Kepercayaan ini mengingat Perusahaan-perusahaan AI seperti Open AI dan Chat GPT telah menginvestasikan milyaran dollar Amerika Serikat untuk merugikan manusia. Yang menurutnya menjadi tantangan adalah kemauan dan komitmen pemerintah untuk membuat perubahan regulasi yang mempersulit kepercayaan investor terutama terkait teknologi AI.
“Kita harus fokus kepada inovasi dan pemerintah harus mendukung inovasi di bidang AI. Sebab, orang akan berinvestasi ke sektor usaha AI adalah dengan tujuan penjaminan yang jelas dari pemerintah bahwa bisnis tersebut dapat bertahan dari generasi ke generasi. Sejauh ini tantangan yang masih ada adalah regulasi yang menyulitkan investor dan perlu disimplifikasi. Menurutnya, Indonesia perlu lebih membuka diri dengan mempermudah investasi dari luar seperti layaknya Vietnam. Hingga saat ini, banyak Perusahaan teknologi telah berinvestasi di Vietnam seperti contoh salah satunya adalah Intel”, pungkas Martyn Terpilowski. ***
Artikel Terkait
ChatGPT Down! Gemini AI Jadi Alternatif Favorit Pengguna Chatbot
Kementerian Komdigi Mulai Pelatihan Koding untuk Siswa SD: Persiapan untuk Era Digital
Kemkomdigi dan ITF Bersinergi untuk Memperkuat Ekosistem Digital dan Penerapan AI di Indonesia
Meta Latih AI dengan Data Publik Pengguna Eropa: Transparansi dan Kontroversi
Meta Latih AI Pakai Data Pengguna Facebook dan Instagram Eropa: Apa Saja yang Diambil?