Dugaan korupsi ini menyorot anggaran pengadaan laptop senilai triliunan rupiah.
Baca Juga: Pengadaan Chromebook Tak Sasar Daerah 3T, Nadiem Jelaskan Fokus Distribusi
Banyak pihak mempertanyakan bagaimana perusahaan baru bisa langsung mendapatkan posisi penting dalam proyek nasional, tanpa proses tender terbuka atau audit independen.
Kejagung saat ini terus menelusuri aliran dana yang mengalir ke sejumlah pihak swasta, termasuk kemungkinan adanya pengaturan pemenangan vendor dalam proyek pengadaan.
Publik kini menantikan kejelasan atas kasus ini.
Pasalnya, proyek digitalisasi pendidikan seharusnya menjadi lompatan besar dalam pemerataan akses teknologi bagi pelajar Indonesia, bukan malah menjadi ladang bancakan para elite.
(ASR)