• Sabtu, 18 April 2026

Duka Mendalam Relawan Agam Saat Temukan Jenazah Juliana di Rinjani: “Saya Sudah Duga, Jatuhnya Dalam Sekali”

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 8 Juli 2025 | 15:00 WIB
Agam sebagai relawan dari tim evakuasi pendaki asal Brazil, Juliana Marins yang tewas akibat terjatuh ke jurang Gunung Rinjani.
Agam sebagai relawan dari tim evakuasi pendaki asal Brazil, Juliana Marins yang tewas akibat terjatuh ke jurang Gunung Rinjani.

WartaJatim.CO.ID – Tragedi pendakian di Gunung Rinjani yang merenggut nyawa pendaki asal Brazil, Juliana Marins, masih menyisakan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi para relawan yang terlibat langsung dalam evakuasi.

Salah satunya adalah Abdul Haris Agam, atau yang akrab dikenal sebagai Agam Rinjani, relawan asal Lombok yang turut mengevakuasi jenazah Juliana dari dasar jurang dengan kedalaman sekitar 600 meter.

Dalam siniar podcast bersama Denny Sumargo yang tayang pada Rabu, 2 Juli 2025, Agam menceritakan langsung kronologi serta kondisi tragis yang ia dan tim hadapi selama proses evakuasi.

Baca Juga: Viral! Tim SAR Tidur di Tebing 590 Meter Demi Evakuasi Jenazah Juliana Marins di Gunung Rinjani

“Medan di Rinjani itu sangat terjal, ditambah suhu yang dingin dan berkabut. Prosesnya benar-benar menguji fisik dan mental,” ungkap Agam, menggambarkan betapa beratnya medan pencarian.

Juliana sendiri dinyatakan hilang setelah terpeleset dan jatuh ke jurang pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Butuh waktu empat hari bagi tim SAR gabungan untuk menjangkau titik di mana jenazah akhirnya ditemukan.

Baca Juga: Juliana Marins Dievakuasi dari Jurang Gunung Rinjani: “Penuh Kehati-hatian, Medan Ekstrem”

“Saat kami temukan, dia sudah meninggal. Saya sebenarnya sudah menduga karena jatuhnya itu dalam sekali,” ucap Agam lirih. 

Lebih lanjut, Agam memaparkan kondisi fisik korban saat ditemukan.

Ia menyebut bahwa Juliana mengalami luka fatal, termasuk patah kaki dan retak pada kepala, serta kehilangan barang pribadi seperti sepatu dan kalung.

Baca Juga: Istana Tanggapi Ramainya Netizen Serbu Akun Prabowo Usai Pendaki Asal Brasil Terjatuh di Rinjani

“Dia patah kaki, kepala retak, sepatunya copot, kalungnya lepas. Sudah tidak ada harapan saat kami tiba,” tuturnya. 

Dalam sesi wawancara itu, Agam juga sempat menyinggung rasa bersalah yang menyelimuti dirinya karena tidak berada di lokasi saat insiden terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X