“Yang kedua, ketegangan-ketegangan akibat konflik yang bermunculan di beberapa wilayah. Yang ketiga adalah ketegangan akibat kebijakan ekonomi, perdagangan di dunia,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Anies juga menggunakan analogi menarik yang menyindir posisi Indonesia saat ini. Ia menggambarkan bahwa Indonesia seperti warga kampung dengan rumah terbesar, tetapi tidak pernah hadir dalam rapat kampung.
“Ukuran rumahnya nomor 4 terbesar di RT itu. Tapi kalau rapat kampung kita tidak pernah datang. Cuman kita bayar iuran jalan terus,” ucapnya disambut riuh hadirin.
Melalui pernyataannya, Anies tampak mendorong agar ke depan, pemerintah Indonesia, terutama Presiden lebih aktif muncul dalam forum internasional seperti Sidang Umum PBB.
Menurutnya, kehadiran simbolik dari kepala negara merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus politik yang sangat penting untuk menjaga posisi Indonesia dalam pergaulan global.
(FN)
Artikel Terkait
Keakraban Anies dan Ahok di Pesta Rakyat Jakarta: Sinyal Politik Baru?
Anies Baswedan Hadiri Sidang Kasus Impor Gula Tom Lembong: "Saya Datang untuk Menyampaikan Dukungan"
Nyatakan Tuk Koordinasi Lebih Erat di PBB, Putin Nilai Sikap RI terhadap Isu Global Sejalan dengan Rusia
Ramai Kursi Kosong Dubes RI di AS dan PBB, Istana: Nama Calon Sudah di Tangan Presiden Prabowo
Kim Jong Un Murka Usai Trump Serang Iran: Langkah Sembrono yang Langgar Piagam PBB
Memuncak di PBB: Israel Tak akan Menghentikan Serangan ke Iran Sampai…