• Sabtu, 18 April 2026

Jokowi Bongkar Kenangan Kuliah dan Bela Dosen Pembimbing yang Dipolisikan: “Kasmujo Itu Dosen Saya!”

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 29 Juli 2025 | 11:29 WIB
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo bicara kenangan saat kuliah di acara reuni UGM.   (Instagram/jokowi)
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo bicara kenangan saat kuliah di acara reuni UGM. (Instagram/jokowi)

wartajatim.CO.ID - Mantan Presiden Indonesia Joko Widodo kembali menyuarakan sikap tegasnya soal isu yang menyebut ijazahnya palsu.

Dalam acara reuni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (26/7/2025), Jokowi menyampaikan klarifikasi menyeluruh dengan mengungkap kenangan kuliah dan membela dosen pembimbing skripsinya, Ir. Kasmujo, yang kini malah dilaporkan ke polisi.

“Sampai kapan pun saya akan menyampaikan, Pak Ir. Kasmujo itu dosen pembimbing saya,” tegas Jokowi di hadapan para peserta reuni.

Pernyataan ini muncul setelah nama Kasmujo ikut terseret dalam polemik dugaan ijazah palsu Jokowi yang masih hangat diperbincangkan publik.

Baca Juga: Jokowi Sentil Isu Ijazah di Reuni UGM: “Kalau Saya Palsu, 88 Orang Juga Palsu!”

Menurut Jokowi, kasus ini sudah merambah ke hal-hal yang tidak logis dan justru melecehkan integritas para akademisi yang terlibat.

"Pak Kasmujo itu dosen pembimbing saya. Itu dosen pembimbing saya, malah diadukan ke polisi katanya pembohongan publik," ucap Jokowi dengan nada heran.

Selain membahas dosen pembimbingnya, Jokowi juga mengenang masa KKN-nya yang berlangsung di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

Ia menyebut beberapa nama rekan KKN-nya dari berbagai fakultas sebagai upaya untuk memperkuat bukti otentik masa kuliahnya. "Ada dari Fakultas Hukum namanya Bu Yohana, lalu dari Fakultas Biologi ada Bu Riza, dan dari Teknik Geodesi namanya Eko," ungkapnya.

Baca Juga: 'Ada Agenda yang Tidak Bisa Ditinggal' Yakup Hasibuan Bantah Jokowi Sempat Absen Pemeriksaan soal Dugaan Ijazah Palsu karena Kesehatan

Jokowi juga menambahkan bahwa Ir. Kasmujo bukan hanya dosen saat dirinya kuliah, tetapi juga orang yang membimbingnya di dunia kerja. "Beliau yang mementori bagian produksi di pabrik saya, lha kok disebut bukan dosen pembimbing," katanya.

Lebih jauh, Jokowi menegaskan bahwa isu ijazah ini sudah tidak lagi berkutat pada soal keaslian dokumen, tetapi murni sebagai alat serangan politik. "Murni soal politik, bukan urusannya dengan asli atau tidak asli," kata Jokowi menutup pidatonya.

Pernyataan Jokowi ini menambah babak baru dalam polemik yang selama ini membayanginya. Meskipun telah berkali-kali menunjukkan bukti-bukti dan kesaksian pihak kampus, isu ini masih terus diangkat oleh beberapa pihak sebagai bentuk serangan politik yang dinilai tidak sehat.

(DP)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X