WartaJatim.CO.ID - Sebuah rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan suasana mendadak hening di dalam sebuah restoran, yang menurut pengunggah dan pengunjung di video tersebut dipicu oleh upaya menghindari pemutaran lagu berlisensi untuk menekan kewajiban pembayaran royalti.
Video yang diunggah akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada Rabu, 6 Agustus 2025 itu memperlihatkan pelanggan yang tampak terkejut dengan atmosfer tempat makan yang berbeda dari kebiasaan.
Dalam potongan video, pengunjung yang merekam menjelaskan suasana restoran yang sunyi dan “aneh” ketika musik komersial tidak diputar. “Hindari royalti, resto jadi aneh,” ujar pengunjung dalam rekaman tersebut, sambil menggambarkan suara latar yang terdengar lebih mirip radio lawas ketimbang daftar lagu populer.
Baca Juga: Restoran yang Dirugikan oleh Review Pedas Codeblu: Dari Omzet Anjlok hingga Tutup Gerai
Ia menambahkan observasi tentang suara-suara yang terdengar: “Suara klutik, obrolan, bocil rewel, dipadu instrumen entah lagu apa, mirip radio AM zaman dulu, diulang-ulang.”
Klip singkat itu cepat menarik perhatian warganet dan memancing ragam komentar. Beberapa pengguna menyebut suasana yang tenang memberi nuansa seperti spa atau ruang relaksasi modern, sementara yang lain menawarkan solusi praktis agar pelanggan tetap bisa menikmati musik tanpa memaksa restoran menanggung risiko administratif.
“Nyetel musik pakai HP masing-masing aja, tidak apa-apa,” tulis salah satu akun, @nuriepriyono, memberi alternatif yang menurut komentarnya lebih sederhana.
Seorang pengguna lain, @apriyanidha, menyoroti perubahan estetika tempat makan masa kini: “Resto zaman sekarang ini vibesnya kayak lagi spa, suara alam, kicauan, gemercik air, instrumen orkestra.”
Walau lokasi restoran tidak disebutkan dalam unggahan, reaksi publik menyoroti dua hal utama: pengalaman pengunjung dan implikasi bisnis bagi pengelola. Dari sisi pelanggan, suasana hening yang disengaja mengubah ekspektasi saat bersantap beberapa orang merasa canggung atau kehilangan kenyamanan, sementara segelintir lain justru mengapresiasi ambience yang lebih tenang.
Untuk pemilik usaha, tren mengurangi atau memodifikasi pemutaran musik berlisensi berpotensi menjadi pilihan biaya, tetapi sekaligus membawa risiko pengurangan kenyamanan pelanggan atau persepsi negatif jika langkah itu dipandang sebagai upaya mengakali kewajiban hukum.
Postingan viral ini juga menimbulkan diskusi praktis di kolom komentar tentang cara-cara sederhana menanggulangi situasi: selain memutar musik lewat ponsel masing-masing, warganet mengusulkan alternatif ambience yang tidak memerlukan lisensi lagu populer misalnya suara alam atau komposisi instrumental bebas royalti sehingga suasana tetap hangat tanpa memicu perdebatan.
Artikel Terkait
Kontroversi Warung Kopi Cetol Gondanglegi: Dugaan Aktivitas Negatif di Kawasan Religius
Imbas Makanannya Dapat Review Negatif dari Konten Kreator, Ci Mehong Desak Pemerintah Turun Tangan Buat Aturan Ini
Food Vlogger Codeblu Diduga Lakukan Pemerasan untuk Hapus Review Kuliner, Chef Haryo Pramoe Soroti Etika Ulasan
Charly Van Houten Buka Suara Soal Gugatan Royalti: Bebas Nyanyikan Lagu Saya Tak Perlu Bayar
Ashanty Tutup 15 Outlet Lu’miere, Tegaskan Bukan Bangkrut: Masih Banyak yang Cari Produk Kami!