• Sabtu, 18 April 2026

Demo Besar di Pati: Ribuan Warga Desak Bupati Sudewo Mundur Usai Naikkan PBB hingga 250 Persen

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 13:52 WIB
Potret Bupati Pati, Sudewo, yang didemo oleh masyarakat Kabupaten Pati usai kebijakan PBB naik hingga 250 persen.   (Instagram/humaspati)
Potret Bupati Pati, Sudewo, yang didemo oleh masyarakat Kabupaten Pati usai kebijakan PBB naik hingga 250 persen. (Instagram/humaspati)

wartaJatim.CO.ID – Ribuan warga Kabupaten Pati tumpah ruah di Alun-Alun Pati pada Rabu, 13 Agustus 2025, dalam aksi unjuk rasa besar-besaran yang menuntut Bupati Pati, Sudewo, turun dari jabatannya.

Gelombang protes ini dipicu oleh kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen yang dinilai memberatkan masyarakat. Aksi massa yang semula berjalan damai berujung ricuh setelah Sudewo mencoba menemui para demonstran.

Teriakan penolakan dan desakan mundur semakin menguat, membuat suasana menjadi panas. Menanggapi kondisi tersebut, Sudewo menyebut bahwa apa yang terjadi bisa menjadi pelajaran penting bagi seluruh masyarakat Pati. Menurutnya, kebersamaan warga jangan sampai terkoyak hanya karena perbedaan pandangan.

Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Didemo Warga agar Mundur, Kini Diduga Terseret Kasus Suap Proyek Jalur Kereta

“Ini pembelajaran bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pati untuk menjaga kesolidan, menjaga kekompakan, jangan gampang terprovokasi oleh siapapun,” kata Sudewo di Kantor Bupati Pati, Rabu petang.

Ia menekankan bahwa Pati adalah milik semua warga, sehingga harus dijaga bersama. Sudewo berharap peristiwa unjuk rasa ini tidak terulang kembali agar jalannya pembangunan serta pelayanan pemerintah tetap lancar.

“Semoga tidak akan terulang lagi supaya pembangunan berjalan lancar, memberikan pelayanan kepada masyarakat juga lancar,” ujarnya menambahkan. Namun, terkait desakan agar dirinya mundur, Sudewo menegaskan tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut.

Baca Juga: Tanggapan Bupati Pati Sudewo soal Desakan Mundur: Pembelajaran bagi Saya

Ia menilai jabatan yang disandangnya merupakan hasil dari proses demokrasi dan konstitusional. “Saya kan dipilih rakyat secara konstitusional dan secara demokratis, jadi tidak bisa saya berhenti dengan tuntutan itu, semua ada mekanismenya,” tandasnya.

Gelombang protes yang terjadi di Pati kini menjadi sorotan publik, terutama karena menyangkut kebijakan fiskal yang langsung berdampak pada kehidupan masyarakat. Meski penolakan masih keras disuarakan, Sudewo tampak berusaha menenangkan situasi dengan pesan persatuan.

(DP)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X