wartajatim.co.id - Pemerintah memastikan aturan baru terkait distribusi gas LPG 3 kilogram (kg) akan berlaku pada 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, mulai tahun tersebut pembelian LPG bersubsidi wajib menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Kebijakan ini, menurut Bahlil, lahir dari kebutuhan untuk memperbaiki penyaluran subsidi energi yang selama ini dinilai tidak tepat sasaran. Gas melon yang semestinya ditujukan bagi kelompok ekonomi lemah dan pelaku usaha kecil justru masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah ke atas.
“Tahun depan iya (pakai NIK), jadi yang kaya nggak usah pakai LPG 3 kg lah, desil 8,9,10 saya pikir mereka dengan kesadaran lah,” ujar Bahlil usai menghadiri agenda di Istana Negara, Senin (25/8/2025).
Baca Juga: BBM SPBU Swasta Kosong Meski Kuota Impor Naik 10%, Bahlil: Kalau Kurang Silakan Beli di Pertamina
Ia menjelaskan, penerapan kebijakan berbasis NIK akan mengacu pada data tunggal Badan Pusat Statistik (BPS). Melalui basis data tersebut, hanya masyarakat yang benar-benar berhak yang bisa membeli LPG 3 kg.
Meski begitu, Bahlil mengakui detail regulasi terkait teknis pembelian masih dalam tahap penyusunan. “Teknisnya lagi diatur,” katanya singkat. Selain memperketat distribusi LPG, pemerintah juga sedang menyiapkan aturan baru untuk BBM bersubsidi.
Pasalnya, hingga kini kedua jenis subsidi energi itu masih sering meleset dari sasaran penerima manfaat.Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan beban anggaran subsidi sekaligus memastikan bantuan energi benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan.
(FN)
Artikel Terkait
Bahlil Lahadalia Diminta Minta Maaf ke Sivitas UI Usai Skandal Disertasi Terungkap!
Modus Gas LPG Oplosan di Jabar-Jateng: Beli Subsidi, Jual Non-Subsidi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Siap Atur Prioritas Investasi Danantara di Proyek Energi Strategis Nasional
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Klaim Izin Tambang PT Gag di Raja Ampat Aman, Tak Dicabut Prabowo
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Meluruskan Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat
Pemerintah Kabupaten Lumajang Pastikan Ketersediaan Gas LPG 3 Kg Tepat Sasaran untuk Rumah Tangga Prioritas