• Sabtu, 18 April 2026

Heboh Food Tray MBG Impor Diduga Mengandung Babi, IPNU Desak Pemerintah Hentikan Produk China

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Rabu, 17 September 2025 | 10:15 WIB
Foto ilustrasi tumpukan food tray untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).   ((Instagram/badangizinasional.ri))
Foto ilustrasi tumpukan food tray untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). ((Instagram/badangizinasional.ri))

WartaJatim.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah kembali menjadi sorotan setelah mencuat dugaan bahwa food tray impor dari China yang digunakan dalam program tersebut mengandung pelumas berbahan babi.

Merespons kabar ini, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) melayangkan surat resmi ke Kementerian Perdagangan (Kemendag). Mereka mendesak pemerintah segera menghentikan impor food tray dan beralih ke produk buatan dalam negeri.

“Kami bersurat kepada Menteri Perdagangan yang poin isinya adalah untuk merekomendasikan terkait program MBG, khususnya produk food tray ini lebih mendukung kepada pengusaha lokal Indonesia,” kata Ketua Umum IPNU, Muhammad Agil Nuruz Zaman, saat ditemui di Kantor Kemendag, Senin, 25 Agustus 2025.

Baca Juga: Ompreng MBG Disorot, BGN Janji Tarik dan Ganti Jika Hasil Uji Temukan Kandungan Minyak Babi

Agil menegaskan, selain aspek kehalalan, penggunaan produk lokal juga lebih menguntungkan bagi perekonomian nasional.

“Dengan produk lokal, anggaran-anggaran negara ini tidak menguap ke luar negeri, belanja produknya dari Indonesia, bahannya dari Indonesia, dan juga dicetak di Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, para pelaku usaha lokal memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan food tray bagi program MBG yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

“Sifatnya rekomendasi dan mendorong Kemendag, ayo dong stop impor, jangan pakai produk luar negeri, kita mampu lho,” ujarnya.

Baca Juga: PPATK Luncurkan Detak MBG: Sistem Baru Kawal Dana Program Makan Bergizi Gratis Agar Bebas Penyalahgunaan

Agil juga menekankan pentingnya memastikan kehalalan produk yang dipakai dalam program nasional ini.

“Kami memberikan saran kepada Pak Menteri Perdagangan, agar food tray ini terjamin keamanan dari segi kesehatan, keamanan, dan kehalalan produk,” tegasnya.

Saat ini, dua sampel food tray impor dari China sudah dibawa ke laboratorium PT Sucofindo untuk dilakukan pengujian kehalalan. Hasil pengujian tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam menentukan apakah food tray impor itu masih bisa digunakan atau harus segera diganti dengan produk dalam negeri.

(SW)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X