3. Pengalaman di Industri Migas
Sebelum dikenal di dunia keuangan, Purbaya mengawali karier di sektor migas. Ia bekerja sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994). Pengalaman di lapangan memberi bekal kedisiplinan dan wawasan teknis yang jarang dimiliki ekonom lain.
4. Aktif di Forum Strategis Nasional
Purbaya tidak hanya berkiprah di sektor teknis, tetapi juga aktif di forum kebijakan. Ia pernah menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional, Dewan Pertimbangan Kadin, hingga Indonesia Economic Forum. Peran ini menunjukkan kontribusinya dalam pembangunan strategi nasional.
5. Dari LPS ke Kursi Menteri Keuangan
Sebelum dilantik sebagai Menkeu, Purbaya memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai Ketua Dewan Komisioner sejak 2020. Ia juga pernah menjadi Deputi Kemenko Maritim dan Investasi, staf khusus di sejumlah kementerian, serta bagian dari Kantor Staf Presiden.
Rekam jejak panjang ini memperlihatkan perjalanan konsisten di bidang ekonomi dan birokrasi hingga mencapai puncak karier sebagai Menteri Keuangan.
Dengan kombinasi pengalaman akademik, industri, pasar modal, hingga birokrasi, Purbaya Yudhi Sadewa diharapkan mampu membawa warna baru bagi kebijakan fiskal Indonesia. Kini, publik menantikan langkah-langkah strategisnya dalam menopang program ekonomi pemerintahan Prabowo.
(DP)
Artikel Terkait
Bertemu Menkeu China, Sri Mulyani Puji Pembangunan! Komitmen Prabowo dan Xi Jinping Masuk Babak Baru
Ketua Komisi XI DPR Soal Tunjangan Rumah Rp50 Juta: Angkanya Ditentukan Menkeu, Kami Hanya Menerima
Sri Mulyani Pamit dari Kursi Menkeu, Tinggalkan Pesan Haru dan Permintaan Privasi yang Mengejutkan
Menkeu Purbaya Bantah Narasi 'Indonesia Suram', Yakin Ekonomi RI Aman Selama Dikelola dengan Baik
Menkeu Purbaya Tegas Soal Tuntutan 17 Plus 8: Suara Kecil, Solusinya Pertumbuhan Ekonomi 6-7 Persen
Menkeu Baru Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan, Rhenald Kasali dan Ruchir Sharma Ingatkan Tantangan Ekonomi Indonesia