• Sabtu, 18 April 2026

RS Yarsi Rawat 15 Korban Bom SMAN 72, 13 Siswa Alami Gangguan Pendengaran Akibat Ledakan di Masjid

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Jumat, 14 November 2025 | 11:48 WIB
Menyoroti fakta terkini insiden letupan bom di masjid sekolah SMAN 72 Jakarta yang diduga libatkan pelaku anak di bawah umur.   ((Dok. Polri))
Menyoroti fakta terkini insiden letupan bom di masjid sekolah SMAN 72 Jakarta yang diduga libatkan pelaku anak di bawah umur. ((Dok. Polri))

WartaJatim.CO.ID -  Menyoroti fakta terkini insiden letupan bom di masjid sekolah SMAN 72 Jakarta, publik kembali dibuat terkejut setelah rangkaian temuan baru mengungkap dugaan keterlibatan seorang siswa yang disebut kerap menjadi korban perundungan.

Insiden yang terjadi pada Jumat, 7 November 2025, itu berlangsung saat Salat Jumat dan memicu kepanikan besar di lingkungan sekolah. Ledakan terdengar sesaat setelah khutbah selesai dan sebelum iqamah dikumandangkan.

Kekuatan ledakan membuat puluhan siswa dan guru merasakan efeknya, mulai dari gangguan pendengaran hingga luka bakar. Hingga Sabtu, 8 November 2025, RS Yarsi Jakarta Pusat menangani 15 korban.

Baca Juga: Ledakan Misterius di SMAN 72 Jakarta: Total 54 Korban, Terduga Pelaku Remaja 17 Tahun Tengah Dioperasi

Dari jumlah itu, 14 pasien harus menjalani perawatan inap, sementara satu diperbolehkan pulang usai mendapat perawatan jalan. Manajer Pelayanan Medis RS Yarsi, dr Irmadianti, menjelaskan bahwa sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran akibat suara ledakan yang sangat keras.

Ia juga mengungkap bahwa satu korban mengalami luka berat dan harus menjalani operasi darurat karena luka bakar dan cedera pada bagian perut akibat gelombang ledakan. Meski demikian, seluruh pasien saat ini dilaporkan dalam kondisi stabil.

Di tengah proses penanganan korban, sorotan publik tertuju pada temuan bom rakitan yang diduga dibawa oleh seorang siswa. Seorang saksi, Sela, siswa kelas XI, menceritakan bahwa ia melihat tiga bom rakitan di lokasi kejadian, dua di antaranya meledak.

Sela menduga pelaku berniat melakukan aksi balas dendam dan bunuh diri, terlebih setelah mendengar kabar bahwa pelaku merupakan siswa yang kerap dibully. Kepolisian menegaskan bahwa seluruh dugaan tersebut masih dalam proses pendalaman.

Baca Juga: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Ternyata Sering Merasa Kesepian, Polisi dan KPAI Soroti Kondisi Emosionalnya

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan bahwa penyidik tengah mengumpulkan bukti dan keterangan secara menyeluruh untuk merangkai motif secara utuh. Polisi juga telah mengantongi identitas terduga pelaku dan mulai menelusuri lingkungan rumah serta keseharian siswa tersebut.

Sementara investigasi terus berjalan, masyarakat dan para orang tua siswa berharap ada evaluasi besar-besaran terkait keamanan sekolah serta praktik perundungan yang kerap luput dari perhatian.

Insiden ini tidak hanya memunculkan korban fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis mendalam bagi siswa yang menyaksikan tragedi tersebut.

(SW)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X