WartaJatim.CO.ID - Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi, Jawa Barat, kembali memicu banjir di sejumlah kawasan permukiman. Di tengah kondisi tersebut, sebuah video yang memperlihatkan anak-anak bermain air banjir justru mencuri perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @infobekasi.coo pada Jumat, 23 Januari 2026. Hingga kini, unggahan itu telah ditonton lebih dari 209 ribu kali dan meraih lebih dari 10 ribu tanda suka. Dalam keterangan video, akun tersebut menuliskan, “Bekasi banjir jadi waterboom dadakan.”
Cuplikan video menampilkan berbagai aktivitas anak-anak yang memanfaatkan genangan air di jalan dan area permukiman. Seorang anak terlihat menaiki balon berbentuk paus orca sambil menyusuri jalanan yang terendam.
Pada adegan lain, sekelompok anak tampak melompat bersama ke dalam air dan berenang, sementara video berikutnya memperlihatkan seorang anak bermain perosotan yang langsung mengarah ke genangan banjir.
Aksi spontan tersebut menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian besar komentar bernada humor, menyoroti cara warga Bekasi menghadapi situasi sulit dengan santai.
“Orang Bekasi dikasih cobaan malah dicobain,” tulis akun @len*********. Komentar lain berbunyi, “Pandai menikmati hidup emang warga Bekasea ini,” tulis akun @cat*******i.
Namun, tidak sedikit pula warganet yang menyampaikan doa dan harapan agar kondisi segera membaik. “Mengambil hikmah dari setiap kejadian, sehat-sehat terus warga Bekasi. Semoga banjirnya cepat surut dan kembali beraktivitas seperti normal,” tulis akun @sali*****o.
Di balik viralnya video tersebut, dampak banjir di Bekasi tercatat cukup signifikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat sebanyak 21.260 kepala keluarga terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 270 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
BPBD Jawa Barat juga mencatat bahwa banjir melanda 13 kecamatan dengan total 31 desa terdampak. Ketinggian muka air di sejumlah wilayah bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 150 sentimeter, tergantung kondisi wilayah dan aliran air di sekitarnya.
Menurut BPBD, banjir terjadi tidak hanya akibat intensitas hujan yang tinggi, tetapi juga dipicu oleh sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air. Selain itu, luapan beberapa sungai di wilayah Bekasi turut memperparah genangan hingga masuk ke area permukiman warga.
Baca Juga: BPBD Karanganyar Ungkap Hasil Sementara Pencarian Pendaki Diduga Hilang di Bukit Mongkrang
Artikel Terkait
Tangis Haru Korban Banjir Aceh Tamiang Saat Santap Makanan King Abdi, Dua Pekan Baru Makan Daging
Natal 2025 di Tengah Banjir Sumatera, Aksi Santa Claus di Posko Pengungsian Ini Bikin Haru dan Tuai Pujian Warganet
Akses Jalan Putus Usai Banjir, Warga Takengon Tempuh Perjalanan 5 Jam Jalan Kaki untuk Beli Sembako
Kisah Penyintas Banjir Aceh Tamiang, Bertahan di Pengungsian Sambil Melawan Lelah Mental
Viral! Gudang Supermarket Jebol Diterjang Banjir Cirebon, Barang Hanyut Diambil Warga