berita

Rayen Pono Ungkap Bukti Chat dan Rekaman setelah Laporkan Ahmad Dhani Terkait Dugaan Penghinaan

Jumat, 25 April 2025 | 13:22 WIB
Anggota DPR, Ahmad Dhani (kiri) dan artis Rayen Pono (kanan). (Instagram.com / @ahmaddhaniofficial - @rayenpono)

WartaJatim.CO.ID - Musisi Rayen Pono telah resmi melayangkan gugatan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI terhadap Ahmad Dhani yang diduga mencemarkan nama baik marganya.

Kasus ini mencuat setelah Dhani disebut telah memplesetkan nama Rayen menjadi 'Rayen Porno', yang dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap marga Pono yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Setelah itu, setelah semua berjalan, mungkin baru proses selanjutnya, nanti kita update lagi," tutur Rayen di Gedung MKD DPR RI, Jakarta, pada Kamis, 24 April 2025.

Laporan Rayen telah diterima oleh MKD DPR RI. Berdasarkan prosedur yang berlaku, dalam 14 hari kerja setelah proses verifikasi, akan dilakukan panggilan untuk audiensi dengan anggota MKD.

Baca Juga: Komdigi, Komunitas dan Dunia Usaha Sepakat Rumuskan Adopsi AI di Acara CITCOM CONNEXT 2025

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan anggota DPR RI yang seharusnya menjunjung tinggi etika dalam berperilaku.

Hingga saat ini, Rayen mengakui belum ada komunikasi langsung dengan Ahmad Dhani terkait permasalahan tersebut.

Meski demikian, Rayen tetap berharap proses hukum yang telah ia tempuh dapat berjalan sebagaimana mestinya.

"Kami sudah mengadu secara langsung dan proses yang birokrasi seharusnya terjadi untuk pelanggaran-pelanggaran etika sesuai dengan MKD. Kita mau semua berjalan," terangnya.

Baca Juga: Eks Sopir OCI Bantah Pemain Sirkus Diperlakukan Buruk di Taman Safari

Dalam kesempatan yang sama, pengacara Rayen, Amon Fiago Sianipar, menjelaskan bahwa tim hukumnya telah menyertakan lima barang bukti dalam pelaporan tersebut.

Bukti-bukti yang telah diverifikasi tersebut berupa tangkapan percakapan WhatsApp hingga rekaman video.

"Dan kami membuktikan sekitar lima bukti, termasuk tangkapan WhatsApp yang sudah beredar," tutur Amon. "Ada juga video rekaman yang kami taruh dalam flashdisk dan sudah diverifikasi, dan file kami sudah diverifikasi," tandasnya.

Kasus ini menimbulkan perhatian publik yang luas karena menyangkut isu sensitif tentang penghormatan terhadap identitas budaya.

Halaman:

Tags

Terkini