berita

Anies Baswedan Soroti Presiden RI yang Lama Absen di Forum PBB: “Rumah Besar Tapi Tak Pernah Rapat”

Jumat, 25 Juli 2025 | 17:48 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Instagram.com/@aniesbaswedan) (Instagram.com/@aniesbaswedan)

wartajatim.co.id - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali menyampaikan kritik tajam terhadap minimnya keterlibatan langsung Presiden Republik Indonesia dalam forum-forum penting Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hal itu ia ungkapkan saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional organisasi masyarakat Gerakan Rakyat di Jakarta Pusat, Minggu, 13 Juli 2025.

Anies menilai, Indonesia sebagai negara dengan populasi keempat terbesar di dunia, seharusnya hadir secara langsung dan aktif di forum-forum internasional.

Ia menyayangkan bahwa selama bertahun-tahun, posisi Indonesia hanya diwakili oleh Menteri Luar Negeri, bukan oleh Presiden sebagai kepala negara.

Baca Juga: Tekankan Disiplin Waktu, Dosen MMI Universitas Ma Chung Ini Kisahkan Pengalamannya Pimpin Sidang di Forum PBB hingga Buat Negara Lain Respek

“Bertahun-tahun Indonesia absen di pertemuan PBB. Kepala negara tidak muncul. Selalu Menteri Luar Negeri,” ujar Anies di hadapan peserta rapat.

Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, ketidakhadiran kepala negara dalam pertemuan global dapat berdampak pada melemahnya posisi Indonesia dalam arena diplomasi internasional.

Padahal, banyak persoalan dunia yang membutuhkan partisipasi aktif dari negara sebesar Indonesia.

Anies menyebut setidaknya tiga tantangan utama yang saat ini sedang mengguncang dunia: krisis lingkungan hidup, konflik antarnegara, dan ketegangan dalam perdagangan internasional. Semua ini menurutnya bukan hanya isu global, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab bersama.

Baca Juga: Bupati Lukman Hakim Komitmen Selesaikan Pengelolaan Sampah, PBB, dan Infrastruktur Bangkalan Tahun 2026

“Ada tantangan besar soal lingkungan hidup. Ini adalah masalah kemanusiaan dan Indonesia bisa ambil peran di situ,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa ketegangan akibat konflik, terutama di kawasan Timur Tengah, menjadi perhatian yang tak bisa diabaikan.

Di sisi lain, perubahan kebijakan ekonomi dan perdagangan global juga berpotensi menimbulkan dampak besar bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Kepala Negara Tak Muncul, Anies Baswedan: Bertahun-tahun RI Absen di Forum PBB

Halaman:

Tags

Terkini