“Yang kedua, ketegangan-ketegangan akibat konflik yang bermunculan di beberapa wilayah. Yang ketiga adalah ketegangan akibat kebijakan ekonomi, perdagangan di dunia,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Anies juga menggunakan analogi menarik yang menyindir posisi Indonesia saat ini. Ia menggambarkan bahwa Indonesia seperti warga kampung dengan rumah terbesar, tetapi tidak pernah hadir dalam rapat kampung.
“Ukuran rumahnya nomor 4 terbesar di RT itu. Tapi kalau rapat kampung kita tidak pernah datang. Cuman kita bayar iuran jalan terus,” ucapnya disambut riuh hadirin.
Melalui pernyataannya, Anies tampak mendorong agar ke depan, pemerintah Indonesia, terutama Presiden lebih aktif muncul dalam forum internasional seperti Sidang Umum PBB.
Menurutnya, kehadiran simbolik dari kepala negara merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus politik yang sangat penting untuk menjaga posisi Indonesia dalam pergaulan global.
(FN)