berita

Pemerintah China Disebut Blokir Para Influencer yang Sebar Konten ‘Buruk’ di Medsos, Disorot Helmy Yahya hingga Inul

Selasa, 5 Agustus 2025 | 12:11 WIB
Host kenamaan di Tanah Air, Helmy Yahya (kiri) dan tangkapan layar cuplikan konten soal pemblokiran akun influencer di China (kanan).

Wartajatim.CO.ID - Sedang ramai menuai sorotan warganet di Tanah Air terkait kebijakan pemerintah China yang disebut memblokir influencer yang tak punya 'sertifikat' dalam pembuatan konten.

Diketahui, pemblokiran terhadap para influencer di China itu untuk menjaga kualitas konten yang dikonsumsi negaranya di media sosial (medsos).

Host kenamaan di Indonesia, Helmy Yahya pun ikut menyoroti hal tersebut dengan membagikan ulang sebuah postingan lewat akun Instagram pribadinya @helmyyahya, pada Jumat, 25 Juli 2025.

"Dulu banyak yang mikir, jadi influencer itu hanya bikin konten viral dan dapetin banyak followers," begitu tulisan dalam cuplikan video dari Instagram @yeudu.id yang dibagikan ulang Helmy Yahya.

Baca Juga: Helmy Yahya Bongkar Kekacauan Delay Super Air Jet di Banyuwangi: Jadwal Ngaret, Agenda Penting Gagal Total!

"Tapi di China, ceritanya beda total. Pemerintah China punya aturan ketat semua influencer wajib tunduk pada standar terkait edukasi. Kalau mau bahas soal keuangan, kesehatan, harus punya sertifikasi dulu," sambungnya.

Helmy Yahya pun meminta tanggapan netizen di Indonesia terkait kebijakan pemerintah China tersebut. "Komen kamu gimana?" tanya Helmy dalam caption Instagramnya.

Unggahan Instagram Helmy Yahya.

Unggahan Instagram Helmy Yahya. (Instagram.com/@helmyyahya)

Terdapat komentar dari para netizen bercentang biru yang melempar pujian terhadap kebijakan pemerintah China bagi para influencer.

"China negara super power yang sesungguhnya, terbaik dari segala sisi," ungkap pedangdut Inul Daratista lewat akun @inul.d.

Baca Juga: Influencer Raymond Chin Justru Bongkar Soal Masalah Impor di Negeri Paman Sam saat Ingar Perang Tarif China vs AS

"Nah ini baru benar Pak Helmy, nice share. Semoga di negara ini bisa meniru hal positifnya," tutur penulis buku dan pengusaha, Rama Sahid melalui akun @ramasahid.

Berkaca dari hal itu, Pemerintah China diketahui memang sudah gencar memblokir para influencer asal negaranya di medsos sejak tahun 2024.

Halaman:

Tags

Terkini