berita

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 5,1 Persen di 2025, Ekspor dan Investasi Jadi Andalan

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 10:18 WIB
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan 5,1 persen ekonomi RI. (Unsplash.com/AiniRahmadini) (Unsplash.com/AiniRahmadini)

wartajatim.co.id Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian Indonesia pada tahun 2025 akan tumbuh positif, dengan target utama di kisaran 5,1 persen atau bahkan lebih tinggi.

Proyeksi ini diumumkan usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar pada 19–20 Agustus 2025.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Tren pertumbuhan ekonomi menunjukkan perbaikan signifikan, terutama setelah ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencatat pertumbuhan 5,12 persen year-on-year (YoY).

Angka ini melampaui ekspektasi banyak pelaku pasar maupun analis, sekaligus menjadi sinyal kuat pemulihan ekonomi.

Baca Juga: OJK Dorong Penurunan Bunga Kredit, BI Rate Turun ke Level 5%

“Dengan kondisi ini, kami melihat pertumbuhan bisa di sekitar 5,1% atau bahkan lebih tinggi. Karena itu, sinergi antara kebijakan pemerintah dan BI harus terus diperkuat,” ujar Perry dalam konferensi pers daring, Rabu, 20 Agustus 2025.

Perry menegaskan bahwa momentum ini harus dijaga melalui bauran kebijakan yang tepat. BI, lanjutnya, terus mengupayakan penurunan suku bunga acuan, ekspansi likuiditas, insentif makroprudensial, serta percepatan digitalisasi sektor keuangan untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

Selain kebijakan moneter, kinerja ekspor diprediksi menjadi motor penggerak utama pertumbuhan di sisa tahun 2025.

Perry menyoroti kebijakan Amerika Serikat yang menurunkan tarif impor dari 32 persen menjadi 19 persen, yang membuka peluang lebih luas bagi produk Indonesia di pasar global.

Baca Juga: BI Turunkan BI Rate ke 5 Persen, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Rupiah

“Ekspor pertambangan, kelapa sawit, serta produk pertanian dan perikanan diprediksi akan terus tumbuh,” jelasnya.

Tak hanya itu, belanja pemerintah yang sempat terkontraksi pada kuartal II diproyeksikan kembali meningkat menjelang akhir tahun, diikuti penguatan investasi di berbagai sektor.

Perry menyebut investasi di sektor transportasi, pergudangan, hingga industri alat pertanian dan proyek strategis nasional menjadi magnet bagi investor.

Dengan proyeksi tersebut, BI berharap kerja sama lintas sektor semakin solid, agar momentum pertumbuhan ekonomi dapat terjaga hingga tahun mendatang.

Halaman:

Tags

Terkini