berita

Bukan di Bawah ESDM, Badan Industri Mineral Dipimpin Brian Yuliarto untuk Perkuat Riset Strategis RI

Kamis, 11 September 2025 | 09:27 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat melakukan rapat koordinasi Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat yang diunggah di Instagramnya pada 14 April 2025. (Instagram/prsetyo_hadi28)

wartajatim.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi meresmikan Badan Industri Mineral pada Senin (25/8/2025). Lembaga baru ini dipimpin oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, yang dilantik langsung di Istana Negara.

Badan tersebut dibentuk untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya mineral strategis Indonesia.

Selain itu, lembaga ini juga berperan memperkuat kegiatan riset yang berkaitan dengan pengolahan mineral agar lebih bermanfaat bagi kepentingan nasional.

Baca Juga: Bupati Malang Sanusi Ajak Ormas Kejuangan Se-Kabupaten Malang Perkuat Nasionalisme dan Jaga Persatuan Bangsa

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, Badan Industri Mineral bukan berada di bawah Kementerian ESDM maupun Kemendiktisaintek.

Meski dipimpin oleh Mendiktisaintek, badan ini berdiri secara independen.

“Untuk bisa mengoptimalkan sumber daya alam terutama mineral strategis ini, maka kita memutuskan ada satu kebutuhan untuk kita membentuk badan,” jelas Prasetyo usai pelantikan Brian Yuliarto.

Ia menambahkan, tugas utama badan ini adalah mengidentifikasi mineral strategis yang dimiliki Indonesia dan mendorong riset dalam mengolahnya.

Baca Juga: DPR Akan Seleksi 18 Nama Calon Ketua dan Anggota BPH Migas Usulan Presiden Prabowo, Siapa Saja Mereka?

 

“(Tugasnya) mengidentifikasi seluruh mineral strategis yang kita miliki, melakukan riset untuk mengolah mineral-mineral kita ini menjadi bermanfaat yang lebih optimal,” ujar Prasetyo.

Mengenai alasan Presiden menunjuk Brian Yuliarto, Prasetyo menyebut latar belakangnya sebagai Mendiktisaintek justru menjadi keuntungan.

Posisi tersebut dinilai akan mempermudah kerja sama dengan lembaga penelitian maupun perguruan tinggi.

“Supaya pada saat nanti harus misalnya, bekerja sama dengan lembaga-lembaga riset, dengan perguruan-perguruan tinggi, maka itu justru akan mempermudah kerja badan ini,” terangnya.

Halaman:

Tags

Terkini