berita

Menkeu Purbaya Sentil Daerah Soal APBD Tak Terserap, Minta Kurangi Ketimpangan Ekonomi Jawa Sentris

Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:32 WIB
Menkeu Purbaya pertanyakan kegunaan APBD pada Mendagri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi bersama. (Instagram/menkeuri) (Instagram/menkeuri)

wartajatim.co.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai masih rendah. Ia meminta pemerintah daerah tak menjadikan APBD sebagai alat menabung, melainkan digunakan untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang digelar di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025), Purbaya mempertanyakan arah kebijakan APBD yang kerap surplus tanpa manfaat langsung bagi rakyat.

“Harus dihabisin. Kalau kayak Bojonegoro ada Rp3 triliun nggak dipakai, ya makmurkan penduduk di situ,” tegas Purbaya di hadapan Mendagri Tito Karnavian dan para kepala daerah yang hadir secara daring.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Langkah Cepat Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen

Menurutnya, APBD bukan untuk ditimbun, melainkan untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi daerah. “Kalau Pemda tujuannya bukan untuk menabung sepertinya sih, tapi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Pertumbuhan Ekonomi Masih Didominasi Pulau Jawa Purbaya mengungkapkan, meski tren ekonomi nasional menunjukkan perbaikan, ketimpangan antarwilayah masih lebar. Data menunjukkan Pulau Jawa menyumbang 56,9 persen ekonomi nasional dengan pertumbuhan 5,2 persen.

“Ini Pak Tito yang mesti kita ubah, ini kan Jawa sentris. Coba digeser bertahun-tahun tapi nggak bisa,” ucapnya.Menkeu menekankan bahwa pemerintah akan terus berupaya mendorong penguatan ekonomi di luar Pulau Jawa, termasuk memperbaiki distribusi pembangunan agar lebih merata.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegas Tolak Dana APBN untuk Proyek Family Office Luhut, Anggaran Publik Jadi Prioritas

“Kalau nggak, kita akan seperti ini terus. Nanti kalau ada apa-apa daerah protes ke pusat,” tambahnya.

Dorong Daerah Tak Hanya Andalkan Komoditas Dalam arahannya, Purbaya menantang pemerintah daerah agar tidak terus bergantung pada komoditas alam seperti pertanian dan pertambangan. Ia menilai ketergantungan tersebut membuat ekonomi daerah rapuh saat harga komoditas anjlok.

“Untuk daerah-daerah yang punya uang banyak karena komoditas, coba mulai pikir pelan-pelan diversifikasi arah yang bukan komoditas saja,” ujarnya. Purbaya juga mendorong investasi jangka panjang di bidang industri dan pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Menkeu Purbaya Ungkap Ekonomi Tumbuh dan PPN 2026 Berpotensi Turun

“Kalau komoditasnya habis, Anda punya sumber pendapatan baru. Mulai investasi industri dan lain-lain,” tambahnya.

Ekonomi Nasional Tetap Stabil Di sisi lain, Menkeu Purbaya menyampaikan bahwa kondisi ekonomi nasional masih dalam performa positif. Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen, inflasi terkendali di 2,65 persen, dan defisit APBN hanya 1,56 persen dari PDB.

Halaman:

Tags

Terkini