berita

Banyak Siswa SMAN 72 Jakarta Minta Pindah Sekolah Pascaledakan, Pramono Anung Ungkap Penyebabnya

Rabu, 19 November 2025 | 15:30 WIB
Pramono Anung ungkap banyak siswa SMAN 72 Jakarta yang ingin pindah sekolah pascaledakan 7 November 2025. ((Instagram/pramonoanungw))

WartaJatim.CO.ID - Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta pada 7 November 2025 rupanya menimbulkan dampak lanjutan yang cukup serius. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa kini banyak siswa mengajukan permohonan untuk pindah sekolah.

Permintaan itu muncul di tengah proses pemulihan pascaledakan dan membuat pemerintah daerah harus segera mencari solusi.

Pramono menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menindaklanjuti fenomena ini. Ia menilai dampak tersebut cukup mengejutkan dan perlu diantisipasi agar tidak berkelanjutan.

Ia juga meminta sekolah bersama dinas terkait merumuskan langkah terbaik agar proses belajar tetap berjalan dan kekhawatiran orang tua dapat terjawab. Saat ini, kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta masih dilakukan dengan skema pembelajaran jarak jauh.

Baca Juga: Trauma Siswa SMAN 72 Jakarta Belum Pulih, Mendikdasmen Ungkap Banyak yang Takut Kembali ke Sekolah

Pramono meminta pihak sekolah, guru, dan orang tua siswa segera bertemu untuk menentukan pilihan pembelajaran yang sesuai, apakah kembali ke sekolah secara langsung atau tetap menjalani PJJ.

Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta, Tetty Helena Tampubolon, menjelaskan bahwa kegiatan belajar pada 17 November 2025 masih berlangsung secara daring.

Hal itu dilakukan sambil menunggu persetujuan orang tua mengenai rencana pembelajaran luring. Menurutnya, masih banyak orang tua siswa yang takut dan khawatir, terutama karena insiden ledakan terjadi saat waktu salat Jumat dan menimbulkan banyak korban.

Baca Juga: Kondisi Siswa Masih Belum Stabil, SMAN 72 Jakarta Tunda Pembelajaran Luring Pascainsiden Ledakan

Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta sendiri menjadi salah satu kejadian paling menggemparkan tahun ini. Sebanyak 96 orang menjadi korban, termasuk 67 korban luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 luka berat.

Dalam penyelidikan lanjutan, Polda Metro Jaya menemukan total tujuh bom di area sekolah, beberapa di antaranya dalam kondisi aktif meski belum sempat meledak.

Temuan tersebut menambah panjang daftar kekhawatiran orang tua murid. Terduga pelaku, yang merupakan seorang pelajar, saat ini masuk dalam kategori anak yang berhadapan dengan hukum dan akan diperiksa setelah kondisinya membaik.

Baca Juga: Prasetyo Hadi Ungkap Arahan Prabowo soal Pembatasan Game Online Imbas Ledakan SMAN 72 Jakarta

Sementara itu, pihak sekolah dan pemerintah daerah terus berupaya memulihkan situasi agar para siswa dapat kembali belajar dengan aman.

(SW)

Tags

Terkini