• Sabtu, 18 April 2026

Pertamina Pastikan Tak Ambil Keuntungan di Tengah Kelangkaan BBM SPBU Swasta, Pintu Negosiasi Masih Terbuka

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:00 WIB
Pertamina menyatakan tak ambil keuntungan pada polemik kelangkaan BBM di SPBU swasta.   (Unsplash/aldrinrachmanpradana)
Pertamina menyatakan tak ambil keuntungan pada polemik kelangkaan BBM di SPBU swasta. (Unsplash/aldrinrachmanpradana)

wartajatim.CO.ID — Di tengah isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU swasta, PT Pertamina (Persero) menegaskan tidak mengambil keuntungan dari situasi yang terjadi.

Badan usaha milik negara ini juga membuka peluang untuk melanjutkan pembicaraan dengan pihak swasta demi menjaga kestabilan harga BBM di masyarakat.

“Pertamina tidak memanfaatkan situasi. Kami juga tidak mencari keuntungan,” tegas Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, kepada awak media di kawasan Sarinah, Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Baca Juga: VIVO dan APR Batal Beli BBM Pertamina, Kandungan Etanol 3,5 Persen Jadi Sorotan Publik

Masih Ada Ruang untuk Negosiasi

Simon menjelaskan, dialog antara Pertamina dan SPBU swasta masih terus berlangsung. Ia menekankan pentingnya kerja sama terbuka agar harga BBM tidak mengalami lonjakan di pasaran.

“Pembicaraan masih terus, yang pasti kita membuka diri. Dari SPBU swasta juga sama, karena kita sudah open book agar harga di masyarakat tidak terpengaruh,” ujarnya.

Kelangkaan BBM di SPBU swasta terjadi lantaran sejumlah perusahaan, termasuk VIVO dan APR, memilih mundur dari kolaborasi pembelian base fuel Pertamina. Padahal, pasokan impor sudah tiba di Indonesia.

Baca Juga: Krisis BBM SPBU Swasta Kian Parah, Bahlil Lahadalia Buka Suara dan Bongkar Fakta Kuota Impor 110 Persen

Kandungan Etanol Jadi Sorotan

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, membeberkan bahwa alasan utama mundurnya SPBU swasta adalah kandungan etanol sebesar 3,5 persen dalam base fuel Pertamina.

“VIVO membatalkan untuk melanjutkan, lalu APR juga tidak. Jadi akhirnya tidak ada yang melanjutkan,” kata Achmad dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, 1 Oktober 2025.

Menurut Achmad, kadar etanol tersebut masih aman karena regulasi memperbolehkan hingga 20 persen. “Secara regulasi, etanol diperkenankan sampai jumlah tertentu. Kandungan 3,5 persen masih aman,” ujarnya.

Sementara Shell Indonesia diketahui memiliki pertimbangan internal tersendiri yang membuat pembelian BBM dari Pertamina tertunda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IHSG Diprediksi Sideways, Waspadai Tekanan Global

Kamis, 16 April 2026 | 10:06 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Tertekan Tajam

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB
X