“Sudah diumumkan oleh Menteri ESDM, tahun depan kita mulai pakai bensin campur 10 persen etanol. Ini program pokok agar kita bisa swasembada energi,” ucap Zulhas di Tangerang pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Selain itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa kebijakan tersebut sudah mendapatkan restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet.
“Rencana penggunaan etanol 10 persen sudah disetujui oleh Presiden Prabowo,” ujar Bahlil.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil.
Pemerintah menargetkan Indonesia tak lagi mengimpor solar mulai tahun depan. Meski demikian, kebijakan ini sempat menimbulkan dinamika di sektor hilir.
Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, mengungkapkan bahwa beberapa SPBU swasta seperti VIVO dan APR membatalkan rencana kerja sama pembelian base fuel dari Pertamina karena kandungan etanol sebesar 3,5 persen di dalamnya.
“Secara regulasi, kandungan etanol itu masih diperkenankan sampai 20 persen. Tapi teman-teman SPBU swasta memutuskan tidak melanjutkan karena faktor tersebut,” jelas Achmad.
Pemerintah dan Pertamina kini tengah memastikan kesiapan infrastruktur serta pasokan etanol untuk mendukung penerapan program E10 tahun 2026.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Indonesia diharapkan mampu melangkah lebih cepat menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
(DP)