WartaJatim.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto bertemu langsung dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), dalam kunjungan kenegaraan yang berlangsung di Istana Al-Salam, Jeddah, pada Rabu, 2 Juli 2025.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan investasi strategis lintas sektor senilai lebih dari 27 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp438 triliun, yang ditandatangani oleh pelaku usaha dari kedua negara.
Kesepakatan tersebut menyasar sepuluh sektor prioritas, meliputi bidang energi bersih, petrokimia, teknologi digital, industri pertahanan, kesehatan, pendidikan, pertanian, pariwisata, keamanan, serta pengembangan layanan untuk jamaah haji dan umrah.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya bersama antara Indonesia dan Arab Saudi dalam mendukung rencana besar kedua negara, yakni visi “Golden Indonesia 2045” dan “Saudi Vision 2030”.
"Indonesia dan Arab Saudi adalah dua negara bersaudara yang memiliki potensi besar untuk tumbuh bersama di masa depan," ujar Presiden Prabowo dalam pernyataan resminya.
Salah satu wujud kerja sama yang paling menonjol dari pertemuan ini adalah pengembangan proyek energi baru terbarukan berkapasitas 10 gigawatt antara BPI Danantara dan ACWA Power.
Baca Juga: Kehadiran Bupati Lumajang Bunda Indah di Porprov Jatim 2025 Picu Semangat Atlet Raih 21 Emas
Selain itu, Pertamina dan ACWA Power juga akan berkolaborasi dalam proyek energi bersih sebesar 500 megawatt yang menjadi bagian dari upaya percepatan transisi energi di Indonesia.
Pertamina Patra Niaga turut menjalin kemitraan dengan AlShams yang fokus pada pengembangan bahan bakar avtur untuk kebutuhan penerbangan.
Untuk menjamin kelangsungan dan implementasi jangka panjang dari seluruh proyek yang disepakati, kedua negara berkomitmen membentuk sebuah lembaga bernama Supreme Coordination Council atau Dewan Koordinasi Tingkat Tinggi.
Baca Juga: Ratusan Warga Desa Kraton Meriahkan Senam Sehat Pagi Bersama Mahasiswa UNIBRAW dan Gema Sandora
Dewan ini akan menjadi forum resmi bilateral yang bertugas memantau dan mengoordinasikan pelaksanaan seluruh program kerja sama strategis antara pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.
Kerja sama bilateral ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup sektor keamanan dan geopolitik kawasan, termasuk penanggulangan ekstremisme serta kejahatan lintas negara.