Salah satunya adalah Ny. Ha, warga Hanoi, yang kehilangan sebagian besar anggota keluarganya dalam insiden tragis tersebut.
Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi Posko Korban Kapal Tenggelam di Banyuwangi dan Serahkan Santunan
Dalam wawancara dengan media lokal VNN, Ny. Ha menyampaikan duka mendalam yang dirasakan keluarganya. "Keponakan saya yang berusia 10 tahun berhasil selamat dan kini dirawat di RS Bai Chay," ujarnya.
Namun tidak semua keluarganya seberuntung itu. "Jenazah ibu dan saudara perempuan saya sudah dibawa ke rumah duka, tapi sampai sekarang kami belum mendapat kabar tentang ayah saya," imbuhnya dengan suara bergetar.
Masih menurut Ny. Ha, ia pertama kali mengetahui musibah tersebut dari pemberitaan media.
"Kemarin sore saya membaca berita tentang kapal yang terbalik. Saya sempat menelepon saudara perempuan saya tapi tidak ada yang menjawab. Saya panik dan terus mengikuti informasi daftar penumpang sampai saya menemukan nama keluarga saya di sana," kisahnya.
Atas tragedi ini, Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Ia juga secara langsung memerintahkan Kementerian Pertahanan dan Keamanan Publikuntuk mengerahkan seluruh sumber daya dalam proses pencarian dan penyelamatan.
Pemerintah Vietnam memastikan bahwa investigasi menyeluruh akan dilakukan guna mengungkap akar penyebab insiden. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran protokol keselamatan, pihak yang bertanggung jawab akan dikenakan sanksi tegas sesuai hukum yang berlaku.
Musibah ini menjadi peringatan serius bagi sektor pariwisata Vietnam, khususnya dalam hal kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca ekstrem. Teluk Ha Long yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata yang aman dan memesona, kini menjadi sorotan dunia akibat tragedi memilukan ini.
Sampai saat ini, tim SAR masih terus bekerja di lapangan dengan harapan dapat menemukan korban yang belum teridentifikasi. Keluarga korban dan masyarakat Vietnam menanti jawaban dan keadilan atas insiden yang telah merenggut puluhan nyawa tak berdosa ini.
(CN)